Breaking News:

Satpol PP Kota Cirebon Bakal Tindak Tegas Pelaku Usaha yang Melanggar Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon bakal menindak tegas pelaku usaha yang melanggar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Giri
tribunjabar/ahmad imam baehaqi
Petugas Satpol PP Kota Cirebon saat memergoki sejumlah pelajar yang kongko di salah satu mal di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Rabu (18/3/2020). Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon bakal menindak tegas pelaku usaha yang melanggar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon bakal menindak tegas pelaku usaha yang melanggar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Aturan tersebut berlaku di Kota Cirebon hingga 5 Juli 2021, sesuai Surat Edaran Wali Kota Cirebon Nomor 443/SE.54-PEM.

Kepala Satpol PP Kota Cirebon, Edi Siswoyo, mengatakan, penindakan itu dari mulai teguran hingga penutupan sementara.

"Prosedurnya diberikan teguran dulu. Kalau membandel, tempatnya akan ditutup atau disegel sementara," kata Edi Siswoyo kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (26/6/2021).

Ia mengatakan, surat edaran itu mengatur tentang jam operasional kafe, minimarket, mal, tempat hiburan malam, bioskop, lapak jajanan, dan lainnya.

Selain itu, pihak pengelola juga harus membatasi pengunjung hanya 25 persen dari kapasitas maksimal tempat usahanya.

Bahkan, DPKUKM Kota Cirebon pun bakal memberikan pembinaan kepada pelaku usaha yang tidak menaati aturan selama masa pembatasan kegiatan masyarakat.

"Pembinaan ini kewenangan DPKUKM, karena kami hanya dari sisi penegakan aturannya," ujar Edi Siswoyo.

Pihaknya juga menyiapkan lima tim khusus untuk memantau tempat-tempat yang operasionalnya dibatasi hingga pukul 20.00 WIB.

Lima tim tersebut bertugas di lima kecamatan se-Kota Cirebon, yakni Kejaksan, Kesambi, Lemahwungkuk, Pekalipan, dan Harjamukti.

Edi menyampaikan, pada momen-momen tertentu pemantauan tersebut bakal melibatkan petugas gabungan dari TNI, Polri, dan lainnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved