Para Khatib Harus Ikut Berusaha Menekan Kasus Covid-19, Pelaksanaan Kurban Baiknya 11-13 Zulhijah

Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat dan Kantor Kementerian Agama Wilayah Jabar sepakat berkomitmen memerangi Covid-19.

Penulis: Tiah SM | Editor: Hermawan Aksan
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi melawan Covid-19. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat dan Kantor Kementerian Agama Wilayah Jabar sepakat berkomitmen memerangi Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat dan Kantor Kementerian Agama Wilayah Jabar sepakat berkomitmen memerangi Covid-19.

Kesepakatan itu terjalin saat rapat koordinasi pengurus DMI Jabar membahas "Peran Khatib dalam Pencegahan Covid-19" dengan Kementerian Agama dan sejumlah unsur pimpinan di Jawa Barat, di Kantor DMI Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (25/6/2021).

Ketua DMI Jabar, KH Achmad Sidik, menerangkan, kegiatan yang diinisiasi Kabinda Jabar itu merupakan langkah  untuk mencari dan menyamakan persepsi dalam penanganan serta pencegahan Covid-19.

"Peningkatan kasus Covid-19 merupakan atensi bersama, termasuk DMI dan Kanwil Kemenag di Wilayah Jabar. Kami berkomitmen baik aktivitas masjid maupun khatib membantu mengarahkan jemaah menerapkan protokol kesehatan," ujar Achmad Sidik, Sabtu (26/6/2021).

Baca juga: Bupati Sumedang Akan Bikin Imbauan Naskah untuk Khatib dan Mubaligh Terkait Larangan Mudik

Menurut Achmad, protokol kesehatan harus diperketat di masjid agar paparan Covid-19 tidak meluas dan tidak terjadi klaster rumah ibadah.

Kabinda Jabar, Brigjen TNI Dedy Agus P, mengajak para pendakwah untuk membuat terobosan atau langkah baru dalam menekan penyebaran Covid-19.

Selain itu, Deddy mengajak pengurus masjid dan khatib agar rutin menyampaikan imbauan atau penekan dalam setiap kegiatan agama/ceramah terkait penerapan protokol kesehatan.

Deddy minta aparat keamanan mengawasi implementasi terobosan apakah sampai ke tingkat bawah, seperti kelurahan atau desa, RW, dan RT serta masjid pada setiap kesempatan khotbah salat Jumat dan pengajian lainnya.

"Materi khotbah sebagai strategi pencegahan Covid-19 oleh khatib bisa dimasukkan dalam khotbahnya atau di akhir khotbah. Atau ceramah memberikan kesadaran kepada warga dan jemaah akan bahaya Covid-19 dan pentingnya menerapkan protokol kesehatan," ujar Deddy.

Kepala Kanwil Kemenag Jabar, H. Adib, menyebutkan, pihaknya merasa khawatir dengan peningatan kasus Covid-19.

Gagasan melibatkan pengurus masjid dan khatib akan didukung sepenuhnya.

Selain itu, Menteri Agama RI juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2021, yang intinya membahas prosedur penyelenggaraan Iduladha dan kurban pada masa Pandemi Covid-19.

Beberapa hal yang ditekankan oleh Adib adalah penerapan protokol kesehatan dan pelarangan kegiatan takbir keliling, peniadaan salat Iduladha di daerah zona merah, penyediaan fasilitas kesehatan dan alat pengukur suhu oleh panitia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved