Breaking News:

Protes Jalan Rusak Akibat Truk Bertonase Besar di Jalur Proyek Kereta Cepat, Warga Diminta Bersabar

Warga mengeluh dengan rusaknya jalan di proyek kereta cepat karena banyak dilintasi truk dengan tonase besar, pihak Dinas Marga minta warga bersabar

Penulis: Dwiky Maulana Vellayati | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/DWIKI MAULANA VELLAYATI
Kondisi di ruas jalan Desa Cikaobandung, Kecamatan Jatiluhur, Purawakarta di sekitar Proyek Nasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Purwakarta, Dwiky Maulana Vellayati.

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Warga dari Desa Cikaobandung, Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta mengeluh dengan rusaknya jalan di ruas Jalan Lurah Kawi, dikarenakan banyaknya dilintasi truk kontainer yang tonasenya besar.

Banyaknya truk kontainer tersebut karena adanya pengerjaan proyek nasional yaitu kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Kondisi jalan yang rusak seperti ini dikeluhkan masyarakat mengingat akses jalan merupakan hal penting untuk mobilitas masyarakat juga terutama dalam peningkatan ekonomi.

Menurut keterangan warga setempat, Sahrul Ramdani (31) kerusakan jalan ini terjadi pada saat awal pembangunan kereta cepat dengan rute Jakarta-Bandung.

Baca juga: Kampung di Cimahi ini Berada di Bawah Rel Kereta Cepat, Sering Kebanjiran Saat Hujan

Dengan kendaraan truk tonasenya yang besar menjadi salah satu penyebab jalan rusak di wilayah tersebut.

"Masyarakat jadi tidak nyaman ketika melintas Jalan Lurah Kawi, karena banyak truk melintas setiap harinya, semakin sering melintas sehingga berdampak pada kerusakan jalan," katanya saat ditemui, Jumat (25/6/2021).

Sahrul juga mengeluh dengan seringnya dilintasi oleh truk tonase besar menyebabkan debu yang sangat tidak baik bagi polusi udara dijalan tersebut.

Bahkan, kata ia, debu yang disebabkan oleh truk-truk tersebut sampai masuk kedalam pemukiman rumah warga.

Baca juga: Tonjolkan Lembang dan Kereta Cepat, Hengky Kurniawan Ajak Investor Berinvestasi di KBB 

"Kerusakan jalan diupayakan dengan tambal sulam untuk mengurangi kerusakan, debu dengan menyiramkan air ke badan jalan. Tapi hasilnya jalan licin," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved