Kembali Zona Merah, Sesuai Perwal, Kota Bandung Penutupan Jalan, Tempat Wisata, dan Hiburan Ditutup

Bandung masuk zona merah sudah dipersiapkan dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) diantaranya berisi tentang penutupan jalan, tempat wisata, dan hiburan

Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
ilustrasi penutupan jalan- Bandung masuk zona merah sudah dipersiapkan dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) diantaranya berisi tentang penutupan jalan, tempat wisata, dan hiburan. 

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG- Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menanggapi Kota Bandung masuk zona merah sudah dipersiapkan dengan Peraturan Wali Kota yang berlaku sampai 2 Juli 2021.

"Saat Rapat Terbatas (Ratas) kemarin skor Kota Bandung  diatas 1.81 sebetulnya 0,01 lagi sudah ke zona merah risiko tinggi," ujar Yana di Balai Kota, Jumat (25/6).

Menurut Yana, dengan resiko tinggi makanya semua regulasi yang dikeluarkan itu sudah relatif untuk zona merah.

Baca juga: Zona Merah Beberapa Masjid di Kota Bandung Tiadakan Solat Jumat

"Dalam Perwal  penutupan jalan, tempat hiburan dan tempat wisata, resto dan cafe take away dan operasional sampai jam 19.00 , itu aturan untuk zona merah," ujar Yana.

Yana mengatakan,  berdasarkan indikator penyebaran Covid-19 mulai 24 Juni sudah mulai penurunan.

Biasanya perhari kemarindi angka 200 perhari. Sekarag sudah di angka 190  dan keterisian tempat tidur  semoat mencapai 94 persen, hari inu turun  91. 

Yana berharap ada penurunan dengan cara pengawasan diperketat dan masyarakat disiplin protokol kesehatan.

"Alhamdulillah selama ini saya keliling ke beberapa ke wilayahan teman teman kewilayahan dan aparat TNI Polri kompak melakukan pengawasan Perwal," ujar Yana.

Baca juga: Kota dan Kabupaten Bandung Kembali Zona Merah, Ridwan Kamil; Mohon Berkegiatan di Rumah

Yana juga berhatap wisatawan dari luar kota malas datang ke Bandung karena ada penutupan jalan, tempat hiburan dan tenpat wisata serta restoran dan cafe take away.

Yana mengatakan, dengan zona merah tak ada lockdown cukup dengan PPKM dan peningkatan pengawasan.

Untuk ruang isolasi sudah ditekankan agar seluruh kewilayahan menyediakan ruang isolasi untuk antisipasi lonjakan kasus covid 19.

Yana mengatakan, ada tambahan dari Provinsi satu hotel dengan tempat tidur cukup banyak sehingga bisa mengurangi beban rumah sakit untuk pasien OTG.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved