Breaking News:

Belasan Petugas Damkar Bertumbangan Karena Sakit, Dalam Sehari 8 Desa Disemprot Cairan Disinfektan

Lonjakan kasus Covid-19 di Kuningan membuat kewalahan petugas pemadam kebakaran atau damkar pasalnya banyak permintaan penyemprotan cairan disinfektan

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Darajat Arianto
Tribunjabar.id/Ery Chandra
ILUSTRASI petugas menyemprotakn cairan disinsfektan 

Laporan Kontributor Tribuncirebon.com, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Lonjakan kasus Covid-19 di Kuningan membuat kewalahan petugas pemadam kebakaran atau damkar. Pasalnya meningkatkan kejadian itu disertai banyaknya permintaan penyemprotan cairan disinfektan di setiap desa se- Kuningan.

"Peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kuningan memang mengalami lonjakan. Banyak permintaan dari kantor lembaga pemerintah dan swasta untuk dilakukan penyemprotan cairan disinfektan,” ujar Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi dalam FBL Tribun Jabar.id saat ditemui di kantornya, di Jalan Sudirman, Kuningan, Jumat (25/6/2021).

Khadafi menyebut penyemprotan terparah itu belum lama dilaksanakan pada hari tertentu, yakni penyemprotan cairan disinfektan di 8 desa pada satu hari tersebut.

"Dari lonjakan kasus Covid-19, kami dalam beberapa hari terus melakukan penyemprotan cairan disinfektan hingga delapan desa," katanya.

Untuk penyemprotan, kata Khadafi, satu kendaraan dinas pemadam kebakaran berisi sekitar 4.500 liter cairan disinfektan. Kapasitas itu diberikan atau disemprotkan ke setiap desa.

"Jadi kalau dihitung hingga sekarang itu berapa banyaknya, sementara jumlah tercatat itu ada lebih dari 100 desa yang sudah disemprot disinfektan," ujarnya.

Akibat lonjakan kasus Covid19, kata Khadafi mengaku terjadi antrean dalam pemenuhan permintaan dari setiap desa di Kuningan.

"Untuk sekarang, kami berlakukan antrean dalam memenuhi permintaan desa yang siap disemprot. Hari ini saja sudah tiga desa menunggu giliran untuk disemprot cairan disinfektan," katanya.

Akibat banyaknya kegiatan penyemprotan, kata Khadafi, tidak sedikit petugas Damkar Kuningan mengalami kurang enak badan alias sakit.

"Ya untuk jumlah petugas yang sakit bukan akibat Covid-19 itu ada sebanyak 11 petugas. Mereka sakit akibat kecapean dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved