Breaking News:

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Akan Usulkan Lockdown ke Ridwan Kamil karena Kasus Covid-19 Terus Naik

Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, akan mengusulkan lockdown ke Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Giri
Istimewa
Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, menghadiri pengajian rutin Hamida di Masjid Al Huda Pondok Pesantren Al Huda Situ Saeur, Dusun Tonggoh, Desa/Kecamatan Sadananya, Ciamis, Sabtu (19/6/2021). Uu akan mengusulkan Jawa Barat lockdown kepada Gubernur Ridwan Kamil untuk memutus Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, akan mengusulkan lockdown ke Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Solusi yang terbaik untuk memutus cepat penyebaran Covid-19 di Jawa Barat, ya, lockdown," kata Uu seusai meninjau ruang isolasi Mitra Batik RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, yang sudah penuh, Kamis (24/6/2021). 

Pak Uu mengatakan, usulan tersebut akan disampaikannya saat ia mengikuti rapat bersama gubernur dalam waktu dekat ini. 

"Saya akan menyampaikan itu ke Pak Gubernur saat rapat untuk di-lockdown," ujar Uu. 

Ia mengungkapkan, kasus Covid-19 Jabar saat ini terus bertambah.

Termasuk di Kota Tasikmalaya.

Hal itu terlihat dari keterisian ruang isolasi di Mitra Batik RSU yang melebihi 80 persen.

"Bahkan saat saya lewat ada yang meninggal dunia. Harus ada sikap dari pemerintah," kata Uu.

Kalau melihat penanganan yang dilakukan, lanjut Uu, tak sebanding dengan antrean pasien untuk dirawat di ruang isolasi.

Pasien positif terus bertambah, maka pemerintah harus mengambil keberanian untuk bersikap.

"Saya hanya mengusulkan untuk di-lockdown. Tapi Pak Gubernur yang menentukan," ujar Uu. 

Baca juga: Seusai Bupati, Virus Corona Serang Pejabat di Majalengka, Sekda dan Sejumlah Kadis Positif Covid-19

Menurut Uu, jika dilaksanakan lockdown memang ada konsekuensi terhadap  perekonomian yang sedang bergairah lagi.

"Tapi, ya, bisa seminggu atau 10 hari lockdown, asal semua taat dan patuh. Kalau sudah putus penyebarannya baru kita action lagi kegiatan," kata Uu. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved