Kasus Covid-19 di Karawang Melonjak Tinggi, Didominasi Klaster Keluarga dan Industri

Dalam tiga hari terakhir kasus Covid-19 di Kabupaten Karawang mencapai 1.155 pasien yang terpapar Covid-19.

Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/Cikwan Suwandi
Juru Bicara Satgas Penanganan Percepatan Covid-19 Karawang, Fitra Hergyana. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang, Cikwan Suwandi

TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG - Dalam tiga hari terakhir kasus Covid-19 di Kabupaten Karawang mencapai 1.155 pasien yang terpapar Covid-19. Lonjakan tersebut didominasi  klaster keluarga dan klaster industri.

Pada Selasa (22/6/2021), pasien terpapar bertambah 295 orang. Kemudian di hari berikutnya, Rabu (23/6/2021) pasien bertambah 319 orang. Setelah itu tepatnya hari ini Kamis (24/6/2021) pasien bertambah sebanyak 541  jiwa. Sepanjang pandemi jumlah pasien Covid-19 di Karawang telah mencapai 23.615 jiwa.

Juru bicara  Satgas Covid-19 Karawang, Fitra Hergyana mengatakan, kasus penambahan pasien Covid-19 di Karawang dalam beberapa hari terakhir agak mengkhawatirkan. 

Baca juga: Keterisian PPDB Jabar di Indramayu di bawah 70 Persen, Tempati Urutan Terendah Kedua di Jabar

Saat ini, Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur hampir 100 persen. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang terpapar Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumah. Teknisnya yaitu petugas puskesmas setempat akan memantau kondisi masyarakat dan menyuplai obat-obatan dan vitamin yang diperlukan. 

"Dalam empat hari sudah lebih seribu warga Karawang terpapar Covid-19. Meskipun ini juga terjadi di beberapa daerah lain di Jawa Barat maupun Indonesia, tapi ini menjadi perhatian kami," katanya kepada Tribun Jabar, Kamis (24/6/2021).

Fitra menjelaskan, sebagai langkah penekanan kasus harian yang cenderung meningkat, Pemkab Karawang telah mengeluarkan SE Bupati nomor 443/3635 - Disperindag terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Salah satu poinnya, memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat, perkantoran, industri, penyekatan serta imbauan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan. 

Baca juga: Puluhan Petugas BPBD Ciamis Isolasi Mandiri, Penanganan Bencana Ditangani Tagana dan Damkar

Ia juga meminta kepada masyarakat ataupun perusahaan agar segera melaporkan ke petugas Puskesmas, jika melakukan uji swab mandiri dengan hasil reaktif. Fitra mengatakan, ada indikasi masyarakat maupun perusahaan yang tidak melaporkan hasil uji swab mandiri. 

"Kalau lapor kan mereka juga terbantu untuk obat-obatan. Kasian keluarga lainnya kalau sampai tidak lapor. Bisa menularkan ke anaknya, istrinya, suaminya atau orang tuanya. Laporan ini penting," katanya. (Cikwan Suwandi)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved