Breaking News:

Warga Terdampak Kereta Cepat KCIC di Cimahi Curhat Ingin Pembebasan Lahan Jangan Hanya Kompensasi

Kondisi tempat tinggal warga terdampak kereta cepat sudah tak memungkinkan lagi ditinggali karena seringkali banjir yang diduga dampak proyek KCIC

TRIBUN JABAR/KEMAL SETIA PERMANA
Ketua Komisi 1 DPRD Kota Cimahi, Hendra Saputra (kemeja putih, tengah), mengunjungi warga RT 04/16 Cihonje, Kelurahan Utama, Kota Cimahi, yang terdampak proyek KCIC, Rabu (23/06/2021). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI -  Warga RT 04 RW 16 Cihonje, Kelurahan Utama Kota Cimahi menuntut pembebasan lahan mereka yang terdampak proyek pembangunan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Hal itu disampaikan warga kepada Ketua Komisi 1 DPRD Kota Cimahi yang mengunjungi mereka, Rabu (23/06/2021).

Salah seorang warga, Pepen Afandi (48), mengatakan, kondisi tempat tinggal mereka sudah tidak memungkinkan lagi ditinggali. Hal ini disebabkan oleh adanya banjir yang kerap datang saat hujan tiba. Diduga, banjir disebabkan karena dampak pembangunan rel KCIC di wikayah ini.

"Sebelum ada pembangunan rel KCIC, jarang terjadi banjir di sekitar tempat tinggal kami," kata Pepen. 

Baca juga: Rumah Warga KBB Retak, KCIC Klaim Blasting Terowongan Kereta Cepat Sudah Sesuai Aturan

Setelah ada pembangunan rel, kata Pepen, wilayah itu menjadi "sasaran" aliran tumpahan air dari beberapa arah yaitu dari arah jalan tol, serta dari arah warga beberapa RW lainnya.

Akibatnya, kata Pepen, rumah-rumah di sekitar tempat tinggalnya menjadi terendam air.

"Terakhir banjir yang datang mencapai kedalaman satu meter dan sampai sekarang belum surut sepenuhnya," ujarnya.

Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Disebut Angkut Penumpang Tahun Depan, Terowongannya Tercanggih Se-Asean

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi 1 DPRD Kota Cimahi Hendra Saputra menyebutkan, bahwa DPRD Kota Cimahi akan terus memperjuangkan dan memfasilitasi warga terdampak dengan pihak proyek. 

"Bagi saya pribadi, jalan terbaik memang pembebasan kalau cuma kompensasi, tidak akan menyelesaikan masalah, terutama untuk jangka panjang," ujar Hendra. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved