Breaking News:

Unpad Bantah Punya Apartemen yang Akan Dijadikan Rumah Sakit Darurat Covid-19, Sebut Itu Asrama

Dandi Supriadi, mengatakan bangunan yang mereka miliki dan telah berdiri di dalam kawasan pendidikan Unpad Jatinangor adalah asrama atau rusunawa

Penulis: Cipta Permana | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Ery Candra
Suasana di Kampus Unpad Jatinangor, Sumedang, Kamis (26/3/2020). Universitas Padjadjaran (Unpad) membantah memiliki apartemen yang akan dialihfungsikan menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19 atau rumah sakit darurat khusus untuk merawat pasien Covid-19. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Universitas Padjadjaran (Unpad) membantah memiliki apartemen yang akan dialihfungsikan menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19 atau rumah sakit darurat khusus untuk merawat pasien Covid-19.

Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, mengatakan bangunan yang mereka miliki dan telah berdiri di dalam kawasan pendidikan Unpad Jatinangor adalah asrama atau rusunawa bernama Bale Wilasa 19.

Bangunan ini, ujar Dendi, juga dikenal dengan sebutan asrama PUPR karena dibangun berkat kerjasama Unpad dengan PUPR.

"Jadi, harus kami luruskan, kami tidak memiliki apartemen, yang kami miliki adalah asrama PUPR," ujar Dendi kepada TribunJabar.id saat dihubungi melalui telepon.

Dendi mengatakan, sebutan Apartemen Unpad ini mencuat menyusul pernyataan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman, dalam kegiatan rapat koordinasi dengan Muspida Sumedang secara virtual, Minggu (20/6).

"Memang dulu Pak Sekda (Sumedang) pernah berkunjung ke asrama tersebut, dan berwacana, apakah bisa asrama tersebut dijadikan sebagai rumah sakit darurat dan sebagainya."

"Akan tetapi, karena mengacu pada keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07 Tahun 2021 tentang persyaratan pembangunan rumah sakit darurat, maka asrama itu tidak memenuhi persyaratan itu karena spesifikasi yang berbeda," ujar Dendi.

Dandi mengatakan, selama pandemi Covid-19 ini, asrama PUPR itu juga telah mereka alihfungsikan sebagai fasilitas isolasi mandiri bagi warga Unpad yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan status tanpa gejala (OTG) atau gejala ringan.

Pada saat kondisi pasien tersebut memburuk, maka akan dirujuk ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.

"Sejauh ini kami sudah menampung sembilan warga Unpad yang membutuhkan tempat untuk isolasi mandiri, dan masih dimungkinkan jumlahnya (pasien) akan bertambah, mengingat situasi penularan Covid-19 yang kian masif," ucapnya.

Dandi menjelaskan, meskipun asrama PUPR memiliki total kapasitas 169 tempat tidur, sebagaimana dengan ketentuan, asrama tersebut hanya akan menampung sebanyak 50 pasien isolasi mandiri.

Semua yang menjalani isolasi mandiri di sana, menurut Dendi, akan dipenuhi kebutuhan sehari-harinya oleh Unpad.

Termasuk kebutuhan vitami, pendampingan psikologis, dan beberapa program kegiatan lainnya agar para penghuni asrama tidak merasa bosan melalui hari-harinya menjalani karantina.

"Kalau asrama PUPR diperuntukkan khusus bagi warga Unpad, seperti dosen, karyawan, mahasiswa, dan bila memungkinkan bagi masyarakat di sekitar kampus Unpad, karena kami memiliki 19 asrama di kampus Unpad Jatinangor."

"Maka saat ini kami pun tengah menyiapkan salah satu untuk didedikasikan bagi asrama khusus para tenaga kesehatan, tinggal diresmikan saja," katanya (cipta permana)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved