Breaking News:

Prajurit TNI AL Akan Dipecat Kalau Terbukti LGBT, Ini Alasan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono

Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut terancam dipecat kalau terbukti memiliki penyimpangan orientasi seksual LGBT.

Editor: Giri
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Yudo Margono, melakukan inspeksi pasukan saat Gelar Pasukan Kesiapsiagaan TNI Angkatan Laut Tahun 2020 di dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/11/2020).(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut terancam dipecat kalau terbukti memiliki penyimpangan orientasi seksual lesbian, gay, biseksual, atau transgender (LGBT).

Hal itu dikatakan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono.

Yudo menyampaikan itu saat memberikan pembekalan kepada taruna dan taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-66 di Indoor Sport Kesatrian Akademi Angkatan Laut, Bumimoro, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (22/6/2021).

"Pelanggaran moral LGBT dan mental kejuangan yang tidak sesuai ideologi negara, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI, Trisila TNI Angkatan Laut, dan Hree Dharma Shanty, ancamannya adalah pemecatan dari kedinasan," ujar Yudo dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), Rabu (23/6/2021).

Yudo menilai, degradasi moral secara nyata tengah merasuki generasi muda yang sangat rentan dengan pengaruh global.

Ia menegaskan bahwa LGBT bertentangan dengan nilai agama dan ideologi negara.

"Adanya gerakan kaum LGBT, sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama dan ideologi negara. Hal ini merupakan ancaman moral yang belakangan harus dihadapi," kata dia.

Selain itu, ia juga menuturkan tentang masuknya paham radikalisme dan ekstremisme ke masyarakat.

KSAL mengingatkan, generasi penerus TNI AL ke depan mempunyai tantangan dan beban tugas yang semakin berat, kompleks, dan dinamis.

Adanya tantangan dan ancaman, ia meminta lulusan AAL harus memiliki karakter yang kuat dan kemampuan memimpin serta kompetensi sebagai tentara profesional.

Untuk itu, ia meminta agar taruna dan taruni AAL selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan sesama angkatan.

"Kalian 101 personel harus bersama-sama terus saling bahu-membahu dan jangan hanya karena jabatan kalian saling menjatuhkan satu sama yang lain," kata Yudo.

"Sulit mencapai sukses tanpa saling membantu. Kalian harus kuat dari sekarang, tantangan zaman kalian jauh lebih berat daripada zaman saya, maka dari itu kalian harus bersama-sama bahu membahu dan saling membantu," ucapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KSAL Ancam Pecat Prajurit TNI AL dengan Dalih Terbukti LGBT", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/06/23/10221571/ksal-ancam-pecat-prajurit-tni-al-dengan-dalih-terbukti-lgbt.

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved