Breaking News:

Tim Vaksinator Bersiap Door to Door Lantaran Mayoritas Lansia Tak Mau Disuntik Vaksin Covid-19

Masyarakat Kuningan yang tergolong lansia menjadi prioritas vaksinasi Covid-19. Namun belakangan mayoritas para lansia ini tak mau mengikuti vaksinasi

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Ahmad Ripai
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Hj Susi Lusianti 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID,KUNINGAN - Masyarakat Kuningan yang tergolong dalam lanjut usia atau lansia menjadi sasaran prioritas vaksinasi sebagai pencegahan terhadap paparan Covid-19 di daerah. Namun belakangan, warga lansia ini kebanyakan tidak mau mengikuti vaksinasi sehingga membuat tim tenaga kesehatan yang tergabung dalam tim medis Covid-19 kesulitan.

"Betul, memang banyak warga lansia yang tak mau divaksin. Dari pengalaman ini, kami akan lakukan door to door dalam menuntaskan target vaksinasi tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Hj Susi Lusianti saat memberikan keterangan kepada Tribuncirebon.com, Rabu (23/6/2021).

Baca juga: RSHS Bandung Gelar Vaksinasi Massal Bagi Masyarakat Usia di Atas 18 Tahun, Ini Cara Daftarnya

Sebelumnya, kata Susi, bahwa vaksinasi terhadap lansia itu sebetulnya dilengkapi dengan sebaran paket sembako dan bantuan peralatan ibadah. Hal ini dilakukan sebagai instruksi provinsi saat melakukan vaksinasi serta memudahkan lansia untuk ikut vaksinasi.

"Iya, padahal sebelumnya kami lakukan vaksinasi itu sembari memberi paket sembako, peralatan ibadah (alat solat) dan itu juga merupakan bantuan provinsi. Waktu itu jumlahnya sebanyak 150 paket," ujar Susi.

Mengenai sasaran dan target jumlah, kata Susi, menuturkan bahwa vaksinasi untuk kalangan lansia ini baru terlaksana sesuai jadwal dari sebanyak petugas medis di 37 Puskesmas se-Kuningan.

Baca juga: Ikutan Vaksinasi Covid-19 Kini Lebih Mudah, Bisa Lewat WA, Kini Usia 18 Tahun Juga Bisa Dapat

"Vaksinator di 37 Puskesmas sudah berjalan dalam melakukan vaksinasi terhadap lansia," katanya.

Kemudian untuk target sebanyak 150 ribu jiwa, baru sebanyak  23 persen yang mengikuti vaksinasi. "Kuota vaksinasi sebelumnya ada 56 ribu yang sudah dilakukan. Kemudian kami sedang menunggu sebanyak 56 ribu vaksin untuk kemudian dilakukan vaksinasi kembali kepada sasaran tersebut," ucap Susi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved