Kampung di Cimahi ini Berada di Bawah Rel Kereta Cepat, Sering Kebanjiran Saat Hujan
Warga RT 04 RW 16 Cihonje, Kelurahan Utama Kota Cimahi terdampak pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.ID,CIMAHI- Warga RT 04 RW 16 Cihonje, Kelurahan Utama Kota Cimahi terdampak pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).
Karena terdampak pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung, warga meminta lahan dan rumah mereka dibeli. Proyek KCJB ini dilaksanakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China.
Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Disebut Angkut Penumpang Tahun Depan, Terowongannya Tercanggih Se-Asean
Pepen Afandi (48), salah seorang warga, mengatakan kondisi tempat tinggal mereka sudah tidak layak huni karena sering diterjang banjir saat hujan tiba.
Pepen meyakni kiriman banjir disebabkan dampak pembangunan KCJB yang melintasi perkampungan mereka.
"Sebelum ada pembangunan rel KCIC, jarang terjadi banjir besar di sekitar tempat tinggal kami," tutur Pepen saat mengeluhkan nasib meeka di DPRD Kota Cimahi, Rabub (23/6/2021).
Ia menerangkan, sebelum ada proyek KCJB oleh KCIC, perkampungannya tidak pernah banjir.
"Terakhir banjir yang datang mencapai ketinggian satu meter dan sampai sekarang belum surut sepenuhnya," ujarnya.
Pepen menjelaskan, perkampungan mereka berada tepat di bawah tiang pancang rel kereta cepat. Kondisi itu membuat perkampungan mereka jadi dangkal.
"Memang sebelumnya ada rencana pemberian konpensasi dari pihak proyek, namun kami tidak mau karena hal itu tidak akan menyelesaikan masalah, belum lagi kami pun harus mengeluarkan lagi biaya pembangunan rumah," katanya.
Baca juga: Penemuan Mayat di Alun-alun Banjaran, Polisi: Keterangan Keluarga Sempat Depresi Dicerai Istri
Ketua Komisi 1 DPRD Kota Cimahi Hendra Saputra mengaku sudah melihat kondisi perkampungan mereka. Kata dia, DPRD Kota Cimahi akan memfasilitasi warga terdampak dengan pihak proyek kereta cepat.
"Bagi saya pribadi, jalan terbaik memang pembebasan, kalau cuma konpensasi, tidak akan menyelesaikan masalah, terutama untuk jangka panjang," ujar Hendra.
Saat meninjau lokasi tersebut, Hendra baru saja pulih dari stroke yang dideritanya.
"Harus segera dilakukan kembali pertemuan agar masalah ini bisa segera tuntas. Kasihan kalau warga harus selalu kebanjiran saat hujan datang. Kalau dibiarkan terus, ini tidak akan selesai-selesai," katanya. (kemal aetia permana)