Dapat Tawaran Pinjaman Online lewat SMS atau WA? Jangan Digubris dan Langsung Blokir, Ini Alasannya

Ia bilang bahwa pinjol legal memiliki aturan untuk tidak memberikan penawaran melalui pesan pribadi seperti SMS atau WA

Editor: Ravianto
SHUTTERSTOCK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan tawaran pinjaman online atau dikenal sebagai pinjol yang ada di layanan pesan pribadi seperti SMS maupun chat sudah dipastikan ilegal. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan tawaran pinjaman online atau dikenal sebagai pinjol yang ada di layanan pesan pribadi seperti SMS maupun chat sudah dipastikan ilegal.

Hal ini dikarenakan masih banyak pinjol ilegal yang beredar dan berpindah melakukan operasinya melalui layanan pesan tersebut.

Juru bicara OJK Sekar Putih berharap masyarakat agar mengabaikan penawaran pinjaman dari SMS maupun aplikasi chat lainnya sekaligus menghapus atau memblokir nomor tersebut.

Ia bilang bahwa pinjol legal memiliki aturan untuk tidak memberikan penawaran melalui pesan pribadi.

“Fintech lending atau pinjol yang terdaftar dan berizin di OJK tidak diperbolehkan menawarkan pinjaman melalui saluran komunikasi pribadi, baik SMS atau pesan instan pribadi tanpa persetujuan konsumen,” ujar Sekar dalam keterangan resminya, Selasa (22/6).

OJK juga mengimbau agar tidak mudah tergiur dengan penawaran pinjol melalui SMS dengan tawaran cepat dan tanpa agunan.

Selain itu, masyarakat juga diminta selalu cek legalitas pinjol ke OJK sebelum melakukan pinjaman.

“Pastikan selalu cek legalitas ke kontak OJK 157 dan meminjam sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan untuk melunasi pinjaman,” pungkas Sekar, seperti dilansir dari KONTAN, dalam artikel: Catat, pinjol yang tawarkan pinjaman lewat SMS atau WA itu pasti ilegal

Satgas Waspada Investasi Sebut Perlu UU untuk Menertibkan Pinjol Ilegal

Pinjaman online ilegal yang kian marak membuat sebagian masyarakat terjebak dalam praktek terselubung penyedia pendanaan cepat.

Terlebih di tengah pandemi Covid-19, banyak oknum dari fintech ilegal memanfaatkan momen itu untuk menawarkan pendanaan yang berujung menjebak masyarakat Keberadaanya praktek itu yang membuat Satgas Waspada Investasi banyak menerima aduan terkait maraknya fenomena itu di masyarakat.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menyampaikan, sejauh ini pihaknya telah memberantas 3.000 lebih pinjol ilegal.

Setiap hari, Satgas Waspada Investasi berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemkominfo) untuk melakukan siber patrol sebelum adanya laporan dari masyarakat.

"Pemberantasan pinjol ilegal dari sisi pelaku memang sangat sulit. Sehingga memang penanganannya harus dari dua sisi, sisi pelaku dan juga sisi peminjam,” kata Tongam dalam dalam sesi webinar, Senin (21/6/2021).

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved