Breaking News:

Tingkat Akurasi GeNose Rendah, YLKI Minta Penggunaannya Dihentikan

Penggunaan GeNose, alat tes Covid-19 diminta disudahi karena tingkat akurasi yang rendah.

Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Penumpang kereta api mengantre untuk tes Genose di Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Penggunaan GeNose, alat tes Covid-19 diminta disudahi karena tingkat akurasi yang rendah.

Permintaan itu dilayangkan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, tingkat akurasi GeNose yang rendah, berpotensi menimbulkan negatif palsu.

Saat ini, GeNose digunakan sebagai syarat perjalanan. Biaya tesnya sendiri murah.

Baca juga: Begini Cara Memulai Bisnis Supaya Berkembang dan Tetap Eksis, Cerita dari Pelaku Bisnis Kekinian

"GeNose untuk syarat perjalanan atau syarat lainnya sebaiknya dihentikan. Banyak kasus akurasinya mengindikasikan rendah dan khawatir jadi negatif palsu," kata Tulus Abadi, dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (22/6/2021).

GeNose sendiri merupakan alat tes Covid-19 buatan ahli dari Universitas Gajah Mada (UGM). Biaya tesnya sendiri murah dan sering digunakan bagi calon penumpang kereta api dan pesawat terbang.

"Untuk apa harga murah jika mengancam keamanan dan keselamatan orang lain. Sebaiknya, minimal antigen demi keamanan dan keselamatan bersama," katanya.

Dengan akurasi yang rendah dan banyak calon penumpang saat musim mudik Lebaran 2021 menggunakannya, berpotensi membuat penambahan kasus jadi semakin tinggi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul YLKI Minta Penggunaan GeNose Distop, Ada Apa?  ,

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved