Breaking News:

Kota Sukabumi Alami Inflasi 0,09 Persen pada Bulan Lalu, Ini Penyebabnya

Selama bulan Mei 2021, Kota Sukabumi mengalami inflasi sebesar 0,09 persen disebabkan adanya kenaikan harga di beberapa kelompok pengeluaran. 

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Giri
Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Selama bulan Mei 2021, Kota Sukabumi mengalami inflasi sebesar 0,09 persen disebabkan adanya kenaikan harga di beberapa kelompok pengeluaran. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Selama bulan Mei 2021, Kota Sukabumi mengalami inflasi sebesar 0,09 persen disebabkan adanya kenaikan harga di beberapa kelompok pengeluaran. 

Asisten Daerah (Asda) II, Bidang Pembangunan dan Perekonomian Pemkot Sukabumi, Cecep Mansur, mengatakan, inflasi terjadi karena dipengaruhi adanya kenaikan di antaranya kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,03 persen.

Selain itu, ada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,15 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen, dilanjut dengan kelompok transportasi sebesar 0,22 persen, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman (restoran) sebesar 0,45 persen.

"Di bulan Mei kemarin, nilai inflasi Kota Sukabumi berada di angka 0,09 persen, dengan indek harga konsumen (IHK) sebesar 106,61," ujar Cecep Mansur, Selasa (22/6/2021).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi, perkembangan harga berbagi komoditas pada Mei, kata Cecep, secara umum menunjukkan adanya kenaikan seperti telur asin, petai, kentang, bawang bombay, kendaraan rental, tukang bukan mandor, dan susu bubuk untuk bayi.

"Memang pada bulan Mei itu, berbagai komoditas alami kenaikan harga, atau terjadi kenaikan IHK dari 106,51 pada bulan April 2021, menjadi 106,61 pada Mei 2021," katanya.

Di sisi lain, Cecep menyebut ada  kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi seperti kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,34 persen, dan kelompok perawatan pribadi, dan jasa lainnya sebesar 0,34 persen.

"Tapi, disisi lain terdapat dua kelompok pengeluaran yang tidak alami peruahan indek harga. Yaitu, kelompok rekreasi dan pendidikan," ucapnya.

Sementara itu tingkat inflasi tahun kalender Mei 2021 sebesar 0,91 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2021 terhadap Mei 2020) sebesar 1,68 persen. 

Kendati demikian, lanjut Cecep, pihaknya akan terus melakukan analisis perkembangan inflasi setiap bulan.

Termasuk, kata Cecep, melakukan inventarisasi data dan informasi perkembangan harga barang dan jasa secara umum melalui pengamatan terhadap perkembangan inflasi di daerah.

"Tidak ketinggalan juga menganalisis stabilitas permasalahan perekonomian daerah, yang dapat mengganggu stabilitas harga dan keterjangkauan barang dan jasa," tutupnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved