Breaking News:

Soal Tekstil dan Fesyen Halal, Begini Prosesnya Menurut Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi

Untuk menentukan halalnya suatu produk tekstil bisa dilihat dari produk tekstil atau kain menggunakan bahan yang suci dan melalui proses yang suci

ilustrasi tekstil Cigondewah 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Saat ini industri halal dan  tekstil dan fesyen menjadi perhatian dalam pengembangan daya saing di industri nasional.

Bahkan Indonesia menjadi negara eksportir fesyen terbesar ke-5 ke negara-negara anggota Organisasi Kerjsama Islam (OKI) dengan proporsi 9.3%.

Tidak seperti makanan yang sudah ada aturan secara jelas,  Balai Besar Tekstil (BBT) pun mengupas tentang Perspektif  Halal  Dalam Tekstil dan Fashion.

Baca juga: Balai Besar Tekstil Akan Gelar Talkshow Virtual Perspektif Halal dalam Tekstil dan Fashion

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal, Mastuki HS menjelaskan jika tekstil dan pakaian termasuk produk yang wajib bersertifkasi halal, jenis "barang gunaan".

"Untuk menentukan halalnya suatu produk tekstil bisa dilihat dari produk tekstil atau kain menggunakan bahan yang suci dan melalui proses yang suci. Ini umumnya ditemukan pada kain-kain sintetis," ujar Mastuki saat talkshow virtual, Senin (21/6/2021).

Ia menjelaskan sebuah produk tekstil atau kain yang berbahan suci, namun prosesnya menyebabkan kontaminasi bahan yang najis, maka kain jenis ini menjadi terkena najis. 

Baca juga: Pabrik Tekstil di Jalan Sudirman Cijerah Terbakar, Kerugian Capai Rp 100 Juta

Biasanya, kata Mastuki kontaminasi  ini dapat terjadi pada proses pencelupan maupun proses pewarnaan karena terkait dengan bahan-bahan tambahan yang digunakan pada kedua proses tersebut.

Namun ada juga produk tekstil atau kain berbahan tidak suci namun dalam prosesnya bisa menjadi suci. 

"Ini umumnya ditemukan pada produk tekstil bahan kain yang mengandung kulit hewan seperti sapi, kambing, domba, dan binatang lain selain babi yang telah melalui proses pensucian," ujarnya.

Sertifkasi halal ini pun sudah dilakukan oleh pelaku umkm asal Bandung, dengan nama Soka.

Baca juga: Ramainya Orang Belanja Aksesori Pelengkap Baju di Kawasan Tekstil Cigondewah Menjelang Lebaran

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved