Breaking News:

Sambut Holding BUMN UMi, PNM Pastikan Masyarakat Prasejahtera Cepat Naik Kelas

PT PNM meyakini mengintegrasikan ekosistem BUMN sektor UMi UMKM akan turut mendongkrak masyarakat prasejahtera naiki kelas

ISTIMEWA
ilustrasi - PT PNM meyakini jalan yang ditempuh Pemerintah RI dalam mengintegrasikan ekosistem BUMN sektor Ultra Mikro - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMi-UMKM) akan menjamin akses pendanaan nasabah yang lebih murah dan cepat. Hingga dapat turut mendorong masyarakat prasejahtera naik kelas. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM meyakini jalan yang ditempuh Pemerintah RI dalam mengintegrasikan ekosistem BUMN sektor Ultra Mikro - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMi-UMKM) akan menjamin akses pendanaan nasabah yang lebih murah dan cepat.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan holding BUMN di segmen UMi dan UMKM akan memacu masyarakat terkategori prasejahtera memiliki akses pendanaan yang lebih terstruktur dalam satu ekosistem.

Dengan demikian diharapkan masyarakat prasejahtera bisa cepat naik kelas dan memperbesar usaha mereka bahkan membantu dalam penyerapan tenaga kerja.

Baca juga: Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi Covid-19, Nasabah PNM Kian Bertambah, Sasar Pelaku UMKM

“Peran pemberdayaan tetap diperankan oleh kami, PNM, dengan adanya Super App yang menjadi pendukung kerja karyawan kami. Juga pemanfaatan agen Brilink, jadi segmen ultra mikro yang kami sasar lebih efektif. Nasabah akan mendapatkan keuntungan dengan akses pendanaan lebih murah dan cepat,” ujarnya melalui siaran digital, Senin (21/6).

Melalui holding yang melibatkan pihaknya dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk  dan PT Pegadaian (Persero) itu, nasabah program Mekaar PNM akan memperoleh keuntungan penurunan bunga pinjaman sekitar 3 persen.

Integrasi ekosistem UMi pun dapat mengoptimalkan peran pemberdayaan PNM dengan penurunan biaya overhead  sekitar 8 persen.

Selain itu, integrasi ini diharapkan dapat memberikan akses pendanaan yang lebih murah kepada PNM dengan berkurang sekitar 7 persen sampai 9 persen.

Baca juga: PT ANTAM Kerjasama dengan PNM, Gelar Kegiatan Capacity Building PK ANTAM

Holding tersebut memang bertujuan untuk mendukung visi pemerintah  dalam memberdayakan segmen UMi, mempercepat laju inklusi keuangan, pembiayaan berkelanjutan, serta  menyasar 57 juta nasabah.

Dari total nasabah yang ingin disasar tersebut, 30 juta diantaranya diyakini belum memiliki akses ke sumber pendanaan formal.

Bahkan, katanya, 5 juta nasabah di antaranya diperkirakan berada di bawah bayang-bayang jerat rentenir.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved