Breaking News:

Keterisian Perawatan Pasien Covid-19 di Bandung Capai 92,10%, Rumah Sakit Hanya untuk Gejala Berat

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau warga yang positif namun tak bergejala untuk tidak terburu-buru datang ke rumah sakit untuk dirawat

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Siti Fatimah
istimewa
Ilustrasi Unit Gawat Darurat (UGD) RSHS Bandung- akil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau warga yang positif namun tak bergejala untuk tidak terburu-buru datang ke rumah sakit untuk dirawat. Karena Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Bandung sudah mencapai di angka 92,10 persen. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bed Occupancy Rate (BOR) di Kota Bandung sudah mencapai di angka 92,10 persen dan per 20 Juni 2021, penambahan pasien Covid-19 mencapai 204 orang per harinya dan telah terdata 1.800 lebih warga yang terkonfirmasi positif menjalani perawatan.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menyampaikan 28 rumah sakit yang ada di Kota Bandung terus berupaya untuk menambah tempat tidur guna melayani pasien covid-19.

Ia mengimbau bagi warga yang positif namun tak bergejala untuk tidak terburu-buru datang ke rumah sakit untuk dirawat.

Baca juga: Buntut Bupati Terpapar Covid-19, ASN di Lingkungan Pemkab Majalengka Jalani Tes Swab

Sebab, hal itu justru membebani pihak rumah sakit.

"Cukup isolasi mandiri saja di rumahnya atau di posko-posko kewilayahan. Sehingga nantinya BOR betul-betul untuk yang bergejala berat," ujarnya, di Balaikota, Senin (21/6/2021).

Pemkot Bandung beberapa hari lalu sudah mengeluarkan kebijakan pengetatan pergerakan atau mobilitas masyarakat mengingat kondisi penyebaran covid-19 'menggila' kembali di Kota Bandung.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat Signifikan, BOR Rumah Sakit di Kabupaten Cirebon Capai 91,47 Persen

Upaya itu, harap Yana, dapat menekan angka lonjakan penyebaran covid.

"Lonjakan covid ini kan karena adanya mobilitas warga yang begitu tinggi. Jadi  setelah adanya pengetatan ini saya melihatnya di jalan-jalan itu sepi pergerakan warga. Semoga secepatnya kasus aktif dapat berkurang. Kami juga minta warga untuk membantu dengan ikuti anjuran pemerintah, sebab jika tidak seakan lari maraton tapi enggak finish," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved