Breaking News:

Kawin Kontrak Berkedok Pemuas Hasrat di Cianjur Bakal Dicegah, Sedang Dibuatkan Peraturan

Banyaknya wisatawan asal Timur Tengah atau kawasan Arab yang kawin kontrak dengan warga sekitar sudah menjadi rahasia umum.

Editor: Ravianto
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Praktik kawin kontrak di Puncak, Kabupaten Bogor diungkap Polres Bogor, polisi menangkap empat orang yang berperan sebagai mucikari. Bupati Cianjur H Herman Suherman tidak terima, perempuan di Puncak Cipanas Kabupaten Cianjur hanya jadi obyek pria timur tengah hanya dengan imbalan uang dan berdalih kawin kontrak meskipun sebenarnya hanya hasrat seks saja. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kawasan Puncak Cipanas, Kabupaten Cianjur sudah terkenal sebagai surga wisata seks di luar negeri.

Bahkan sempat ada iklan seks halal di Puncak yang beredar di luar negeri.

Para wisatawan pencari pemuasan syahwat ini rata-rata berasal dari Timur Tengah.

Modus yang mereka gunakan adalah kawin kontrak.

Banyaknya wisatawan asal Timur Tengah atau kawasan Arab yang kawin kontrak dengan warga sekitar sudah menjadi rahasia umum.

Padahal itu modus untuk menyalurkan hasrat seks

Bupati Cianjur H Herman Suherman tidak terima, perempuan di Puncak Cipanas Kabupaten Cianjur itu, hanya jadi obyek pria timur tengah hanya dengan imbalan uang dan berdalih kawin kontrak meskipun sebenarnya hanya hasrat seks saja.

Ia kemudian membuat Peraturan Bupati atau Perbup tentang Pencegahan Kawin Kontrak yang diumumkan kemarin, Jumat (18/6/2021).

Bupati Herman Suherman mengatakan, Perbup tentang Pencegahan Kawin Kontrak ini semangatnya adalah memperjuangkan harkat derajat perempuan dan anak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved