Breaking News:

Kawin Kontrak, Modus Hasrat Seks Turis Timur Tengah di Cianjur, Bupati: Merendahkan Perempuan!

Di kawasan Puncak Cipanas Kabupaten Cianjur, sudah jadi perbincangan, banyak wisatawan asal timur tengah atau kawasan Arab kawin kontrak dengan warga.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Mega Nugraha
tribunjabar/deni denaswara
Bupati Cianjur Herman Suherman dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Di kawasan Puncak Cipanas Kabupaten Cianjur, sudah jadi perbincangan, banyak wisatawan asal Timur Tengah atau kawasan Arab kawin kontrak dengan warga sekitar. Padahal itu modus untuk menyalurkan hasrat seks

Bupati Cianjur H Herman Suherman tidak terima, perempuan di Puncak Cipanas Kabupaten Cianjur itu, hanya jadi obyek pria timur tengah hanya dengan imbalan uang dan berdalih kawin kontrak meskipun sebenarnya hanya hasrat seks saja.

Ia kemudian membuat Peraturan Bupati atau Perbup tentang Pencegahan Kawin Kontrak yang diumumkan kemarin, Jumat (18/6/2021).

Bupati Herman Suherman mengatakan, Perbup tentang Pencegahan Kawin Kontrak ini semangatnya adalah memperjuangkan harkat derajat perempuan dan anak.

“Dengan pencegahan kawin kontrak ini, ada harapan bahwa perempuan jangan dijadikan objek lelaki dengan hanya membayar sekian rupiah, lalu dijadikan istri dalam jangka waktu beberapa bulan,” kata Bupati Cianjur.

Menurutnya hal tersebut saat ini perlu disikapi oleh pemerintah.

“Kami tidak takut kehilangan pajak dari turis mancanegara yang ke Cianjur tapi tujuannya hanya untuk menggelar kawin kontrak, karena banyak objek wisata lain yang bisa menjadi daya tarik wisatawan,” katanya.

Ia mengatakan, fenomena kawin kontrak ini umumnya dilakukan para wisatawan timur tengah dengan warga lokal.

"Praktiknya merugikan dan merendahkan perempuan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved