Breaking News:

Ada Deklarasi Jokowi-Prabowo Pilpres 2024, Dianggap Melawan Konstitusi, Siapa Penggagas Jokpro?

Sejumlah elit partai menyayangkan ada wacana mengusung Jokowi-Prabowo atau Jokpro di Pilpres 2024.

Editor: Mega Nugraha
Wahyu Firmansyah/Tribunnews.com
Pesilat Indonesia, Hanifan Yudani Kusumah berpelukan dengan Presiden Jokowi dan Ketua IPSI, Prabowo Subianto usai meraih medali emas Asian Games Pencak Silat di kelas C (55kg - 60kg) di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Sejumlah elit partai menyayangkan ada wacana mengusung Jokowi-Prabowo atau Jokpro di Pilpres 2024.

Pada Sabtu (19/6/2021), segelintir orang mengaku dari Relawan Jokowi - Prabowo atau Jokpro menggelar Syukuran Sekretariat Nasional Jokowi-Prabowo 2024. Ketua DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco tidak sepakat dengan hal itu.

Baca juga: Warga Purwakarta Diringkus, Bantu Oknum Prajurit TNI AL Aniaya Pencuri Mobil Hingga Tewas

"Kalau pemenangan yang lain-lain enggak masalah, tapi ini bentuk Sekretariat Jokpro kan aneh," kata Sufmi Dasco dikutip dari Kompas.tv.

Konstitusi UUD 1945 yang berlaku saat ini mengatur soal jabatan presiden hanya dua periode. Sedangkan Jokowi, saat ini sedang menjalani jabatan periode kedua.

"Apakah organisasi ini bisa meramal bahwa amandemen bisa dirubah gitu loh? Ya tapi namanya aspirasi masyarakat ya biarin ajalah," katanya.

Politisi Partai Demokrat, Rachlan Nashidik menganggap wacana itu melanggar konstitusi.

"Ini gerakan melawan konstitusi," ucap Rachlan Nashidik.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menyebut deklarasi Seknas Jokpro sebagai tameng untuk menggolkan presiden tiga periode.

"Kelompok-kelompok tertentu berupaya presiden tiga periode terwujud, karena mereka belum dapat capres yang bisa memberikan kenikmatan politik seperti sekarang ini," kata Jamiluddin.

Baca juga: Aniaya Warga Purwakarta Hingga Tewas, Puspom AL Seret Enam Oknum Anggotanya ke Pengadilan Militer

Karena itu, Jamiluddin meminta para reformis untuk berhati-hati atas deklarasi ini karena bukan tidak mungkin wacana itu bisa jadi kenyataan.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved