Warga Tak Perlu Jauh-jauh Ke Bandung, Pangalengan Kini Punya Rumah Sakit Tipe D

Warga Pangalengan akhirnya memiliki rumah sakit sendiri setelah RSU KPBS diresmikan oleh Bupati Bandung

Penulis: Shania Septiana | Editor: Siti Fatimah
TRIBUN JABAR / ERY CHANDRA
ilustrasi rumah sakit- Warga Pangalengan akhirnya memiliki rumah sakit sendiri setelah RSU KPBS diresmikan oleh Bupati Bandung 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Pangalengan akhirnya memiliki rumah sakit sendiri setelah RSU KPBS diresmikan oleh Bupati Bandung, Dadang M. Naser, Jumat 16 Oktober 2020. 

Rumah sakit tersebut juga menjadi satu-satunya di Jawa Barat dan bahkan di Indonesia yang didirikan oleh sebuah koperasi.

Salah satu tujuan didirikannya RSU KPBS adalah untuk melakukan pelayanan prima kepada anggota, tidak melulu hanya melayani kebutuhan terkait peternakan, tetapi juga aspek lainnya seperti sektor keuangan, dan kesehatan.  

Dokter Grace, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung mengungkapkan, sangat menyambut baik dengan berdirinya RSU KPBS.

Baca juga: BOR Tinggi, Fraksi PKS DPRD Jabar Minta Gubernur Segera Siapkan Tempat Isolasi Non Rumah sakit

"Menurut saya, karena memang disana memerlukan tempat untuk perawatan bagi masyarakat, untuk kemudahan akses, ketersampaian untuk rujukan bila masyarakat memerlukan. Jadi kami dari pemerintahan menyambut baik, dengan adanya ada RSU KPBS itu," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (18/6/2021).

Dengan adanya RSU KPBS, masyarakat disekitar Bandung Selatan terkhusus Pangalengan bisa merasakan fasilitas kesehatan yang mumpuni.

"Kalau dilihat harusnya dan tentunya menguntungkan masyarakat, karena, ketika memerlukan tempat rujukan tidak perlu jauh harus ke Soreang misalnya, itu kan lebih dekat di situ (di Pangalengan)," ucapnya. 

Baca juga: Peningkatan Kasus Covid-19, Wakil Wali Kota Bandung Minta Rumah sakit Tambah Tempat Tidur

Menurutnya, ketersediaan rumah sakit di wilayah Kabupaten Bandung masih terhitung minim, dengan total jumlah penduduk sebanyak 3,7 juta jiwa. 

"Dengan perbandingannya satu tempat tidur untuk 1.000 penduduk. Jadi itu estimasi yang diberikan Kementerian Kesehatan. Jadi kita memerlukan 3.700 tempat tidur, tapi sekarang kita kurang lebih baru mau 2.000 tempat tidur, jadi masih kurang," ucapnya.

Terutama dimasa pandemi seperti sekarang, banyaknya rumah sakit yang penuh karena menangani kasus covid yang kian melonjak setiap hari. 

Namun menurut dokter Grace, kapasitas RSU KPBS merupakan rumah sakit tipe D, dengan daya tampung dalam melayani pasien masih minim.

Baca juga: Rumah Sakit dan Gedung SKB Penuh Pasien Covid-19, Majalengka Siapkan GOR Jadi Tempat Isolasi

"Tentu membantu, pasti membantu warga sekitar. Tapi memang karena itu rumah sakit tipe D kecil, jadi belum memberikan tempat tidur yang banyak, kurang lebih ada 9 tempat tidur," jelasnya.

Dokter Grace menjelaskan, bahwa rumah sakit dibagi menjadi beberapa tipe kelas. 

"Sekarang memang ada kelas tipe A, B, C, D. Hal tersebut dibagi berdasarkan jumlah tempat tidur yang ada dan tersedia untuk melayani, sekarang tipe D sekitar dibawah 50 sanpai 100 tempat tidur , tipe C diatas 100 tempat tidur, tipe B diatas 200 dan tipe A merupakan rumah sakit dengan pendidikan. Kalau RSU KPBS memang masih dasar sekali, tipe D itu, tapi statusnya lebih tinggi dari klinik," jelasnya.

Baca juga: Penularan Covid-19 Menggila, Ketersediaan Tempat Tidur Rumah Sakit di Karawang Tinggal 5,8 Persen

Dokter Grace juga berharap, supaya RSU KPBS memudahkan aksesnya untuk masyarakat, terhadap pelayanan rujukan rumah sakit yang sama-sama menciptakan pelayanannya untuk lebih baik.

Dengan harapan angka pesakitan dan kematian akibat terlambat penanganan bisa berkurang.

"Pertama-tama, memberikan pelayanan yang terbaik, kepada masyarakat. Kemudian untuk dapat ditingkatkan lagi kelasnya, itu kan masih tipe D menjadi tipe C, sehingga lebih konferensif dan lebih lengkap untuk keperluan dalam menyembuhkan masyarakat," tutupnya

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved