Breaking News:

Rizieq Shihab Minta JPU Hati-hati dan Khawatir Pengadilan Dikepung Massa, Aziz Beri Penjelasan

Rizieq Shihab meminta jaksa penuntut umum berhati-hati. Bahkan dia menyebut khawatir Pengadilan Negeri Jakarta Timur bakal dikepung massa.

Editor: Giri
Tribunnews / Rizki Sandi Putra
Muhammad Rizieq Shihab (MRS) bersama menantunya, Muhammad Hanif Alattas, dan Direktur Utama RS Ummi Andi Tatat saat mendengarkan tanggapan atau replik dari jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Rizieq Shihab meminta jaksa penuntut umum berhati-hati. Bahkan dia menyebut khawatir Pengadilan Negeri Jakarta Timur bakal dikepung massa.

Apakah mantan pemimpin Ormas Front Pembela Islam ini sedang mengancam?

Tim kuasa hukum Rizieq Shihab angkat bicara terkait pernyataan kliennya itu.

Anggota tim kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar, mengatakan pernyataan Rizieq dalam duplik perkara dugaan tindak pemberitahuan bohong kasus tes swab RS UMMI Bogor itu bentuk kekhawatiran.

Bahwa simpatisan datang pada sidang putusan perkara RS UMMI Bogor yang digelar Kamis (24/6/2021) karena emosi dengan replik JPU yang menyebut julukan imam besar hanya isapan jempol.

"Sebenarnya kekhawatiran Habib karena ada pernyataan dari jaksa melalui repliknya yang lalu sehingga dikhawatirkan oleh Habib akan memicu marahnya umat seperti itu," kata Aziz di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (17/6/2021).

Alasannya, menurut Rizieq, pernyataan JPU dalam replik dibacakan pada sidang Senin (14/6/2021) sudah tersebar luas dan diketahui simpatisan yang menobatkan julukan imam besar.

Dalam duplik yang dibuat pribadi dari Rutan Bareskrim Polri, Rizieq menyebut khawatir kerumunan massa di Bandara Soekarno-Hatta pada 10 November 2020 lalu saat dia tiba akan terulang.

"Tapi insyaallah kami yakin kondisinya (Pengadilan Negeri Jakarta Timur saat sidang putusan) akan kondusif karena aparat keamanan sudah antisipasi dan bekerja dengan sangat baik," ujar Aziz.

Perihal apa Rizieq mengimbau agar simpatisan tidak datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada sidang putusan perkara RS UMMI Bogor, Aziz mengaku belum dapat memastikan.

Dia hanya menuturkan tim kuasa hukum fokus pada upaya hukum membela Rizieq agar divonis bebas dari tuntutan JPU yang meminta vonis enam tahun penjara dalam kasus tes swab RS UMMI Bogor.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved