Breaking News:

Meski di Tengah Pandemi BUMD Miliki Pemprov Jabar, MUJ Setor ke Kas Negara Rp 321 Miliar

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Migas Hulu Jabar (MUJ) memberikan kontribusi terhadap keuangan negara sebesar Rp 321 miliar dalam tiga tahun

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Darajat Arianto
istimewa
ilustrasi BUMD 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Migas Hulu Jabar (MUJ) memberikan kontribusi terhadap keuangan negara sebesar Rp 321 miliar dalam tiga tahun terakhir. Setoran tersebut terdiri dari Setoran Pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berupa dividen pada periode 2018-2020.

Direktur Keuangan dan Umum MUJ Punjul Prabowo mengatakan, untuk setoran pajak selama tiga tahun ke belakang, Perseroan sudah berkontribusi senilai Rp 199 miliar. Jumlah ini lebih besar dari pada setoran dividen yakni sebesar Rp 121 miliar dalam periode yang sama.

“Sehingga kewajiban MUJ sebagai BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah berkontribusi sekitar Rp 321 miliar selama ini, baik untuk wajib pajak dan penerimaan bukan pajak,” kata Prabowo di Bandung, Jumat (18/6).

Setoran dividen sejak 2018 didapat ketika MUJ berhasil melakukan pengalihan Participating Interest (PI) 10 persen. Saat itu MUJ membuka keran pendapatan sehingga Perseroan bisa menyerahkan dividen sebanyak Rp 37 miliar yang diikuti dengan setoran pajak

Kemudian di tahun selanjutnya MUJ juga menyerahkan dividen senilai Rp 38 miliar. Pendapatan MUJ pada 2019 didapat dari pengelolaan PI 10 persen dan jasa penunjang Migas. Selanjutnya pada 2020 keberhasilan mengembangkan bisnis Non- Participating Interest (Non-PI) berlanjut hingga mencapai 23 persen dari seluruh laba pada 2020. 

Meski tengah diguncang pandemi MUJ tetap bisa membukukan laba senilai Rp 157 miliar dimana Rp 45 miliar disetorkan kepada pemegang saham diikuti kenaikan setoran pajak.

Prabowo berharap, MUJ sebagai BUMD bisa terus melakukan pengembangan usaha untuk mendorong kedaulatan energi, ditambah itu, MUJ juga bisa berkontribusi nyata kepada pemegang saham dan keuangan kas negara untuk terus berperan aktif dalam rangka pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pembayaran pajak secara disiplin adalah wujud komitmen perseroan untuk selalu menunaikan kewajiban dan berperan serta dalam pembiayaan negara dan pembangunan nasional,” kata Prabowo.

MUJ, menurut Prabowo, menatap optimisme pada 2021. Ketika tahun 2020 semua aspek bisnis terpukul oleh wabah Pandemi, sinyal pemulihan ekonomi pada 2021 ini sudah mulai terlihat. Karena itu, tantangan yang sudah ditargetkan perusahaan bisa melebihi apa yang sudah dicapai pada tahun sebelumnya.

“Harapan Pak Gubernur Jabar Ridwan Kamil agar MUJ bisa terus meningkatkan kontribusi dan manfaatnya untuk Jawa Barat. Setelah kita menjalankan beberapa usaha di tahun 2020 di tengah tantangan pandemi, kini kita ingin kembali menunjukan kontribusi nyata dan menatap optimistis beberapa pengembangan usaha di luar PI pada tahun 2021 kita ingin mencapai rasio pendapatan perusahaan yang seimbang dari bisnis PI dan non PI. Insya Allah komposisi-nya bisa 50 persen berbanding 50 persen,” kata Prabowo.

MUJ merupakan perseroan daerah (Perseroda) yang seluruh sahamnya dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Barat. MUJ menjadi pioner dalam implementasi pengalihan Partisipasi Interest (PI) 10 persen di Wilayah Kerja ONWJ bagi BUMD daerah penghasil migas, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016. Sebagai Holding MUJ memiliki anak perusahaan untuk pengembangan bisnis lainnya yakni PT. MUJ ONWJ, dan PT. ENM. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved