Breaking News:

Kota Cirebon Tak Bisa Asal Tarik Rem Darurat Meski Kasus Covid-19 Meningkat, Khawatir Remnya Blong

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, mengakui Pemkot Cirebon tidak bisa asal menarik rem darurat dalam kondisi melonjaknya kasus Covid-19.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Giri
Tribuncirebon.com/Ahmad IB
Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi, dan istrinya menunjukkan kartu vaksinasi setelah disuntik vaksin Covid-19 di RSD Gunung Jati Kota Cirebon, Jalan Sudharsono, Kota Cirebon, Sabtu (13/2/2021). Pemkot Cirebon tidak bisa asal menarik rem darurat dalam kondisi melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Cirebon. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi, mengakui Pemkot Cirebon tidak bisa asal menarik rem darurat dalam kondisi melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Cirebon.

Sebab, menurut dia, banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum menarik rem darurat tersebut.

Agus khawatir jika Pemkot Cirebon menarik rem darurat maka imbasnya justru penyebaran Covid-19 menjadi tidak terkendali.

"Jangan sampai remnya blong, nantinya malah tancap gas," kata Agus Mulyadi saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Jumat (18/6/2021).

Ia mengatakan, Pemkot Cirebon menitikberatkan pada kebijakan yang mampu mengendalikan penyebaran Covid-19.

Namun, kegiatan perekonomian masyarakat Kota Udang tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Karenanya, pihaknya tengah menggodok formulasi terbaik agar semuanya dapat berjalan beriringan.

"Kami tidak menginginkan sektor ekonomi mandek, sehingga harus dipikirkan matang sebelum menarik rem darurat," ujar Agus Mulyadi.

Agus menyampaikan, saat ini Pemkot Cirebon tengah berkoordinasi dengan Pemkab Cirebon untuk menyelaraskan kebijakan yang akan ditetapkan.

Baca juga: Menikmati Cerita Sulaeman yang Sederhana, Petani Rancakalong Sumedang Peserta Pameran Kopi Dunia

Pasalnya, aktivitas masyarakat di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon serta daerah sekitarnya seolah menjadi satu-kesatuan sehingga kebijakan yang diambil harus sepaham.

Baca juga: Sebelumnya Diketawai Pelatih Persib Robert Alberts, Peraturan Final Piala Wali Kota Solo Diubah

"Pada prinsipnya kami menyepakati berbagai ketentuan yang secara opsional menjadi dasar penetapan di masing-masing wilayah," kata Agus Mulyadi. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved