Breaking News:

Wali Kota Sebut Kota Bandung Kritis, Ini Kebijakan yang Akan Berlaku 14 Hari ke Depan

Kota Bandung nyaris berstatus zona merah lantaran terjadi penurunan indikator kesehatan seiring melonjaknya kasus Covid-19 di Ibukota Jawa Barat

Istrimewa/Humas Pemkot Bandung
Wali Kota Bandung, Oded M Danial, saat konferensi pers seusai menggelar rapat terbatas (ratas) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung nyaris berstatus zona merah lantaran terjadi penurunan indikator kesehatan seiring melonjaknya kasus Covid-19 di Ibukota Jawa Barat tersebut.

Ketua Komite Kebijakan Covid-19 Kota Bandung, Oded M Danial menyebut bahwa skor zona resiko Kota Bandung ada di angka 1,81 (sedang) atau tepatnya 0,01 di atas ambang batas zona merah yang berkisar 0-1,80.

"Kota Bandung kondisinya kritis. Kami harus segera merespon dengan tindakan dan strategi pengetatan aktivitas," katanya, Kamis (17/6/2021).

Baca juga: Bakal Jadi Momen Haru, Real Madrid Akan Gelar Perpisahan dengan Sergio Ramos yang Resmi Dilepas

Ketua Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna pun mengamini yang dikatakan Oded. Menurutnya, ketika Kota Bandung masuk dalam zona merah, maka akan berdampak pada sejumlah kebijakan, salahsatunya kegiatan ekonomi wajib dihentikan.

"Resiko lainnya jika masuk zona merah yakni pemberlakuan work from home atau WFH sebesar 75 persen. Lalu, kegiatan belajar mengajar wajib online, tempat ibadah hingga semua objek wisata dilarang," katanya.

Adapun penyebab Kota Bandung nyaris zona merah, kata Ema, ialah lonjakan kasus aktif pada periode 15 Mei sampai 15 Juni 2021 sebanyak 577 kasus. Biasanya, lonjakan ini terjadi dalam waktu yang lama atau beberapa bulan.

"Tapi, ini justru terjadi dalam waktu singkat. Ditambah lagi BOR kami sekarang sangat tinggi mencapai 89,71 persen. Angka yang terbilang sudah kritis dan melebihi standar aman WHO," ujarnya.

Dengan kondisi itu, Oded M Daniel mengatakan pihaknya mengeluarkan sejumlah kebijakan dalam pemberlakuam pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM

Selain penutupan, kebijakan itu antara lain pembatasan jam operasional juga kembali diberlakukan di pusat-pusat perbelanjaaan, baik pasar tradisional maupun pasar modern.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved