Breaking News:

PPKM di Kota Bandung: Penutupan Jalan di 29 Titik hingga Pesta Pernikahan Hanya Boleh Akad Nikah

Pemerintah Kota Bandung akan memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai Kamis (17/6) hingga 14 hari ke depan.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Mega Nugraha
penutupan jalan di pasar baru bandung 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Pemerintah Kota Bandung akan memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mulai Kamis (17/6) hingga 14 hari ke depan.

Selain perberlakuan kembali penutupan sejumlah ruas jalan untuk membatasi mobilitas massa, pembatasan jam operasional juga kembali diberlakukan di pusat-pusat perbelanjaaan, baik pasar tradisional maupun pasar modern.

Penyelenggaraan pesta pernikahan yang sempat mendapat kelonggaran, kembali diperketat. Wali Kota Bandung, Oded M Danial, mengatakan keputusan yang diambil dalam rapat terbatas Forkopimda Kota Bandung di Balai Kota Bandung, Rabu (16/6), ini adalah tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, terkait penetapan status Siaga Satu Covid-19 bagi wilayah Bandung Raya.

Baca juga: Hari Ini Vaksinasi Massal di Stadion GBLA, Ini Dua Akses Masuk Supaya Tidak Berkerumun

Oded mengatakan, meski masih berada di zona oranye atau risiko sedang penyebaran Covid, kondisi Kota Bandung saat kritis karena angkanya mulai mendekati zona merah. Karenanya, PPKM diberlakukan ketat.

"Kasus terkonfirmasi positif aktif Covid-19 di Kota Bandung meningkat sebesar 6,5 persen atau 577 kasus dalam satu bulan terakhir," ujar Oded M Danial.

Wali Kota Bandung menegaskan, semua tempat hiburan dan objek wisata di Kota Bandung juga ditutup mulai Kamis (17/6). Tak hanya itu, Oded juga meminta restoran atau tempat makan untuk memberlakukan take away dan tak memperbolehkan makan di tempat. Jam operasional mal dan toko modern dibatasi hanya hingga pukul 19.00.

"Namun pasar tradisional kami minta untuk operasional hingga pukul 10.00 WIB. Acara pesta pernikahan juga kami batasi dengan hanya boleh akad. Itu pun dibatasi hanya 50 orang, sedangkan resepsi tak diperbolehkan," tegas Oded.

Menyusul terus melonjaknya kasus baru Covid, kata Oded, pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka terbatas atau PTMT juga terpaksa dihentikan.

"Seharusnya PTMT yang berlangsung sejak 7 Juni ini baru berakhir pada 18 Juni. Kami juga akan tunggu keputusan apakah Juli pelaksanaan PTMT bisa dilakukan atau tidak," katanya.  

Baca juga: SE Menag: Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dan Pesta Pernikahan di Zona Merah Ditiadakan Sementara

Penutupan Jalan di Kota Bandung

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved