Breaking News:

Pasien Covid-19 Meninggal di Mobil Bak Terbuka, Telat Penanganan saat RS di Indramayu Penuh

Seorang pasien Covid-19 asal Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, akhirnya meninggal di dalam mobil bak karena terlambat mendapatkan penanganan

Penulis: Arief Permadi | Editor: Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Seorang pasien Covid-19 asal Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu akhirnya meninggal di dalam mobil bak karena terlambat mendapatkan penanganan yang ia butuhkan.

K (43), pasien Covid-19 meninggal setelah dibawa keluarganya berkeliling ke sejumlah rumah sakit di Indramayu, Selasa (15/6).

Namun, tak ada yang dapat memberikan penanganan segera karena tak satu pun dari kelima rumah sakit yang ia datangi hari itu memiliki ruangan yang bisa dipergunakan. K, pasien Covid-19 meninggal karena telat penanganan.

Baca juga: PPKM di Kota Bandung: Penutupan Jalan di 29 Titik hingga Pesta Pernikahan Hanya Boleh Akad Nikah

Hari itu, selain sempat dibawa ke RS Mitra Plumbon Indramayu, K juga sempat dibawa ke RS Sentra Medika, RS Bhayangkara, dan RSUD MIS Krangkeng. Bahkan di RSUD Indramayu, yang menjadi harapan terakhir keluarga K pada hari itu, semua tempat tidur yang disediakan khusus untuk pasien Covid sudah semuanya penuh.

Karena kondisinya yang sudah sangat lemah, K akhirnya meninggal dunia di dalam mobil di tepi jalan, tepat di depan UGD RSUD Indramayu.

Tak hanya gagal mendapatkan pertolongan segera, pemulasaraan jenazah K juga sempat tertunda karena tak ada yang melakukannya.

"Kami, saat itu sempat berkoordinasi dengan tim pemulasaraan jenazah Kabupaten Indramayu. Tapi, saat itu mereka ternyata juga tengah mengurus tiga jenazah dengan protokol Covid, sehingga kewalahan. Jadi sampai pemulasaraan pun ibaratnya penuh juga," ujar Kepala Puskesmas Lohbener, Uswatun Hasanah, kepada Tribun, Rabu (16/6).

Agar pemulasaraan tak lebih lama lagi tertunda, Puskesmas Lohbener pun, kata Uswatun, segera berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu untuk meminta saran. Satgas Covid-19 Kabupaten Indramayu lalu mengarahkan agar pemulasaraan jenazah dilakukan oleh Satgas Covid-19 di tingkat desa karena mendesak.

Pihak puskesmas pun langsung memberikan penyuluhan singkat soal tata cara pemulasaraan jenazah Covid-19 dan memfasilitasi alat pelindung diri (APD) lengkap untuk para pemulasara jenazah.

Baca juga: SE Menag: Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dan Pesta Pernikahan di Zona Merah Ditiadakan Sementara

"Alhamdulillah, pemulasaraan dapat dilakukan sehabis Magrib," ujarnya.

Uswatun mengatakan, pihak puskesmas sebenarnya juga sudah menyiapkan ambulans untuk membawa pasien K ke rumah sakit pada hari Selasa itu.

Namun, sebelum memberangkatkan ambulans, pihak puskesmas berkoordinasi dahulu dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu untuk mencari rumah sakit yang bisa merawat K. Namun, saat itu, tak ada satu pun rumah sakit yang bisa dijadikan rujukan karena semuanya penuh.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved