Breaking News:

Kasir Ditodong Pakai Golok Saat Perampokan Mini Market di Majalaya Bandung, Ini Hukuman Bagi Pelaku

Pengadilan Negeri Bale Bandung memutus bersalah seorang pria bernama Ade Darma Kartawijaya karena terbuktu bersalah melakukan tindak pidana Pasal 365

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Mega Nugraha
Pixabay.com
Ilustrasi jambret. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengadilan Negeri Bale Bandung memutus bersalah pria bernama Ade Darma Kartawijaya karena terbuktu bersalah melakukan tindak pidana Pasal 365 ayat 1 KUH Pidana tentang pencurian dengan kekerasan, berupa perampokan mini market di Kabupaten Bandung.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian dengan kkerasan. Menjatukan pidana penjara pada terdakwa selama lima tahun," amar putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bale Bandung, dikutip dari situs resmi Pengadilan Negeri Bale Bandung.

Baca juga: Komunitas Paranormal di Bandung Keberatan Jika Dikenai Pajak, Sebut Pasien Ada yang Tak Bayar

Perkara perampokan mini market itu diputus pada 5 Mei 2021 di Pengadilan Negeri Bale Bandung oleh Ketua Majelis Hakim Dame Parulian Pandiangan.

Vonis dan putusan hakim sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum Kejari Bale Bandung yang menuntut terdakwa selama 5 tahun.

Persidangan perkara ini berlangsung sejak 7 April hingga 5 Mei 2021.

Peristiwa pencurian dengan kekerasan atau curas ini terjadi pada 2 Januari malan di Indomaret di Desa Sukamanah Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung.

Kasus ini melibatkan Ade Darma Kartawijaya dengan pria bernama Falah, warga Majalaya Kabupaten Bandung. Hingga putusan dibacakan hakim, Falah masih berstatus buron.

Berdasarkan dakwaan jaksa, kasus ini bermula saat Falah mengajak Ade Darma melakukan perampokan. Keduanya kemudian membawa dua senjata tajam golok dan dengan membawa sepeda motor, mencari mini market yang sepi.

Baca juga: BOBOTOH Boleh Senang, Ezra Walian Akhirnya Boleh Perkuat Timnas Indonesia, Apa Kata Robert Alberts?

Keduanya lalu menemukan Indomaret yang kondisinya sepi di kawasan Majalaya baru. Setelah itu, terdakwa menunggu di parkiran dan Falah yang buron masuk ke dalam mini market.

"Saudara Falah langsung menodongkan golok kepada pegawai mini market bernama Iim sambil berkata 'jangan berisik'. Lalu terdakwa ikut masuk ke dalam mini market dan menodongkan golok ke pegawai bernama Neng Gifsi," kata jaksa dalam perkara ini, Andi Wildan Saragih dalam berkas dakwaannya.

Lalu, pria bernama Falah menodongkan golok ke salah satu pegawai untuk dibawa ke tempat penyimpanan brankas uang. Adapun uang yang diambil senilai RP 29 juta.

“Cepat masukan uangnya kedalam tas kalau tidak saya golok,” kata Falah, sebagaimana dikatakan jaksa dalam berkas dakwaan.

Sejumlah pegawai Indomaret itu kemudian memasukan semua uang di brangkas ke dalam tas.Setelah itu, keduanya pergi melarikan diri.

"Selanjutnya terdakwa pergi ke kontrakan Falah Desa Muarasanding Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut. Uang hasil pencurian tersebut dibagikan yang mana terdakwa mendapatkan bagian sebesar Rp 15 juta," katanya.

Sepekan kemudian, Ade Darma Wijaya ditangkap anggota Polresta Bandung namun temannya, Falah masih melarikan diri.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved