80 Persen Lulusan SMK Kalipucang Pangandaran Memilih Bekerja daripada Kuliah, Ternyata Ini Sebabnya

Sebagian besar lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Pangandaran, Jawa Barat, memilih bekerja daripada meneruskan sekolahnya.

Penulis: Padna | Editor: Hermawan Aksan
Istimewa
Salah satu dari enam lulusan SMK Teknologi Modern Kalipucang sedang menerima edukasi dari BKK, Rabu (16/2021). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Sebagian besar lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Pangandaran, Jawa Barat, memilih bekerja daripada meneruskan sekolahnya.

Alumni yang memilih bekerja rata-rata beralasan ingin mandiri dan membantu orang tuanya.

Beberapa siswi lulusan tahun 2021 menerima edukasi dari Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah untuk mengurus administrasi sebelum bekerja.

Baca juga: Malam Mencekam di Pangandaran, Wanita Beranak Tiga Digerebek Saat Selingkuh, Si Pria Sempat Kabur

Salah satu siswi lulusan SMK Teknologi Modern Kalipucang, Fina Andaresta (18), mengatakan, ia bersama lima temannya lebih memilih bekerja daripada harus kuliah.

"Saya lulusan 2021 dan rencananya mau berangkat bekerja. Kebetulan sekolah memfasilitasi," ujar Fina saat ditemui Tribunjabar.id di ruangan BKK SMK Teknologi Modern Kalipucang, Rabu (16/6/2021).

Saat ini, kata Fina, ia sedang menyiapkan persyaratan administrasi lengkapnya karena akan berangkat melamar kerja di Cikarang.

"Mumpung masih muda, saya ingin sekali membantu kondisi ekonomi orang tua dan menyekolahkan adik-adik saya," ucap Fina.

Ketua BKK SMK Teknologi Modern Kalipucang, Deni Rundini, mengungkapkan, setiap tahun sekolahnya mengadakan kegiatan bursa kerja khusus.

Setiap tahun setelah lulus sekolah, kata Deni, para siswa disalurkan untuk berkerja di tempat pekerjaan yang sudah menjalin kerja sama.

Namun, untuk penyalurannya, ada beberapa tahap atau kloter yang dilakukan setiap minggunya.

Kebetulan sekarang sudah tahap kedua. Pada tahap pertama 6 orang disalurkan dan tahap kedua 6 orang.

Pada tahap seterusnya, juga ada kemungkinan sebanyak 6 orang, tergantung permintaan dari perusahaan.

"Penyaluran ini sengaja difasilitasi pihak sekolah karena persaingan di dunia usaha atau industri itu sangat ketat," kata Deni.

"Kebanyakan, alumni lulusan sekolahnya yang memilih untuk bekerja itu sekitar 80 persen siswa."

Sisanya, lanjut Deni, 10 persen memilih kuliah dan 10 persen lagi disebut bimbang antara memilih kuliah dan bekerja.

"Tapi memang tergantung anaknya juga. Kadang-kadang ada yang memilih untuk berwirausaha," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved