Ubah Laku

Ridwan Kamil Dorong 27 Kabupaten & Kota di Jabar Gelar Vaksinasi Massal di Stadion dan Ruang Terbuka

Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta 27 kabupaten dan kota di Jabar untuk melakukan vaksinasi massal secara optimal di berbagai ruang terbuka

Tribun Jabar / Cikwan Suwandi
Ilustrasi vaksinasi Covid-19- Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta 27 kabupaten dan kota di Jabar untuk melakukan vaksinasi massal secara optimal di berbagai ruang terbuka, seperti stadion.  

Adapun rencana sekolah tatap muka agar ditunda. Ini sudah sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri.

Baca juga: Vaksinasi Covid Kalangan Lansia di Kabupaten Tasik Rendah, ASN Wajib Ajak 20 Lansia untuk Divaksin

"Seluruh Bandung Raya diinstruksikan untuk WFH 75 persen sisanya 25 persen hadir secara fisik, sekolah tatap muka juga ditunda dulu, ini sesuai instruksi dari Mendagri," ujarnya.

Selain itu, karena berstatus siaga 1 Kang Emil mengimbau tidak ada wisatawan yang berkunjung ke Bandung Raya sampai situasi terkendali.

"Kami imbau agar tidak ada wisatawan yang datang ke Bandung Raya selama tujuh hari ke depan sampai pengumuman selanjutnya," ucapnya.

Terlebih lagi pariwisata di KBB dan Kabupaten Bandung yang memang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari Jabodetabek.

Semua destinasi wisata di dua daerah tersebut pun akan ditutup sementara.

"Wisatawan yang mayoritas dari Jabodetabek kami minta untuk tidak datang selama tujuh hari ke depan ke Bandung Raya, khususnya pariwisata yang memang selalu ramai ada di KBB dan Kabupaten Bandung. Kami imbau destinasi wisata untuk ditutup sementara," jelas Kang Emil.

Baca juga: Presiden Jokowi Jadikan Vaksinasi Massal di Bekasi Sebagai Percontohan Nasional

Ia meminta masyarakat untuk memahami kondisi siaga 1 Covid-19 karena pihaknya kini sedang menarik rem darurat untuk mengendalikan situasi.

Hal ini didasari oleh lonjakan kasus baru Covid-19 yang terbukti akibat mudik libur panjang idul fitri 1442 H dan kekurangdisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

Diketahui angka kedisiplinan masyarakat memakai masker kini turun di angka 75,8 persen dan menjaga jarak 78,81 persen.

"Kondisi siaga 1 ini mohon dipahami secara jelas kami sedang menarik rem darurat untuk mengendalikan situasi yang memang terbukti oleh mudik libur panjang yang menghasilkan lonjakan kasus," tutur Kang Emil.

Padahal menurutnya, selama penerapan PPKM mikro, penyebaran Covid-19 di Jabar relatif berhasil dikendalikan.

Puncaknya, tanggal 16 Mei 2021 lalu atau dua hari setelah idul fitri BOR rumah sakit di Jabar menyentuh angka terendah yakni 29 persen.

Baca juga: Vaksinasi Massal di Polres Tasikmalaya Kota, Warga Antusias, Wanita Berambut Pirang Ikut Divaksin

"Tiba-tiba hanya dalam dua minggu sampai sebulan lompatannya ke 75 persen (BOR Jabar), angka ini juga sama melewati batas kritis 70 persen," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved