Breaking News:

Libur Lebaran Bikin Bandung Raya Siaga 1 Covid-19, Emil Minta Jokowi Tiadakan Libur Idul Adha

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut libur lebaran 2021 memberi dampak besar terhadap pandemi Covid-19 di Jabar sehingga Bandung Raya siaga 1 Covid-19

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Ridwan Kamil, saat audiensi dengan Jabar Digital Service, PLJ, dan Bappenas, via video konferensi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (11/5). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut libur lebaran 2021 memberi dampak besar terhadap pandemi Covid-19 di Jabar sehingga Bandung Raya siaga 1 Covid-19.

Ridwan Kamil menjelaskan, pada pemberlakukan PPKM Mikro sebelum Idul Fitri, kondisinya sangat baik. Ia menyebut Bed Occupancy Rate atau BOR di Jabar hanya 29 persen.

"Tiba-tiba lompatannya hanya dalam dua minggu dalam sebulan ini melompat ke 75 persen. Jadi kalau tadi Bandung Raya 84 persen, Jawa Barat adalah 75 persen, itu juga sama sudah melewati batas kritis 70 persen," kata Ridwan Kamil seusai rapat koordinasi Satgas Covid-19 Jabar di Markas Kodam III Siliwangi , Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Cerita Keluarga saat Pria di RS Jiwa Itu Bukan Bharaka Asep yang Hilang Disapu Tsunami

Pemprov Jabar meminta Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi agar tidak mengadakan libur panjang berikutnya, yakni libur Idul Adha. Peribadahan Idul Adha dimohon diberi petunjuk pelaksanaannya sesuai syariat, hanya yang wajibnya dilakukan.

"Tapi tidak liburnya, tidak mudiknya. Karena terbukti libur mudik Idul Fitri betul-betul destruktif ya dalam keterkendalian yang sudah sangat baik selama PPKM mikro," katanya.

Bandung Raya siaga 1 Covid-19 karena dua daerah besarnya, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat berada di zona merah.

"Wilayah Bandung Raya kami nyatakan sedang Siaga 1, bukan Jawa Barat ya, tapi wilayah Bandung Raya," kata Emil , sapaan akrabnya.

Pekan ini kata dia, dua wilayah besarnya zona merah, yaitu KBB dan Kabupaten Bandung. Kemudian di wilayah Bandung Raya ini keterisian rumah sakit sudah melebihi standar WHO maupun nasional yang di angka 70 persen, sekarang Bandung Raya ini sudah 84,19 persen.

Baca juga: Bandung Raya Siaga 1 Covid-19, Gubernur Jabar Minta Wisatawan Jangan dulu ke Bandung

Dengan dua indikator tersebut, katanya, maka seluruh wilayah Bandung Raya, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi, diinstruksikan untuk memberlakukan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah kembali selama sepekan ke depan.

WFH ini yakni pegawai yang hadir secara fisik di kantor hanya 25 persen, sesuai instruksi dari Mendagri. Sedangkan sisanya yang 75 persen segera menyesuaikan diri untuk bekerja dari rumah, dengan pengecualian-pengecualian yang sudah pernah dilakukan pada masa WFH sebelumnya.

Gubernur Jabar meminta masyarakat dari luar Bandung Raya untuk tidak bepergian ke Bandung Raya dulu selama sepekan ke depan, termasuk berwisata.

"Kami mengimbau agar tidak ada wisatawan yang datang ke Bandung Raya selama tujuh hari ke depan, sampai pengumuman selanjutnya. Khususnya pariwisata yang memang selalu ramai ada di KBB dan Kabupaten Bandung, kebetulan zona merah," kata Emil .

Ia mengimbau wisatawan yang mayoritas dari DKI Jakarta, untuk tidak datang ke Bandung selama tujuh hari ke depan. Sehingga, katanya, kondisi Siaga 1 ini dipahami secara jelas bahwa Bandung Raya sedang menarik rem darurat untuk mengendalikan situasi penyebaran Covid-19.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved