Breaking News:

AS Dicibir Gara-gara Cuma Sumbang 80 Botol Vaksin Pfizer ke Negara Ini, China Kirim 200 Ribu

Berdasar data resmi, negara pulau itu sejauh ini telah mencatat kasus Covid-19 yang mengakibatkan 670 kematian.

Editor: Ravianto
clinical trial arena
Ilustrasi vaksin covid-19 Pfizer, Sinovac, Moderna dan AstraZeneca. AS secara massive diejek karena hanya memberikan sumbangan dalam jumlah kecil, yakni berupa 80 botol vaksin Covid-19 Pfizer ke Trinidad dan Tobago. 
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Trinidad dan Tobago, merupakan negara berpenduduk lebih dari 1,3 juta orang yang mencatat kasus infeksi virus corona (Covid-19) pertama pada Maret 2020. 
Berdasar data resmi, negara pulau itu sejauh ini telah mencatat kasus Covid-19 yang mengakibatkan 670 kematian.
Sementara China, hingga saat ini telah muncul sebagai negara penyumbang terbesar vaksin Covid-19 ke negara itu.
Lalu bagaimana dengan Amerika Serikat (AS) ?
AS secara massive diejek karena hanya memberikan sumbangan dalam jumlah kecil, yakni berupa 80 botol vaksin Covid-19 Pfizer ke Trinidad dan Tobago.
Ini diklaim sebagai bagian dari upaya berkelanjutan AS untuk memasok vaksin ke negara-negara berkembang.
​Donasi yang dipublikasikan melalui akun media sosial Kedutaan Besar AS setempat ini telah 'banjir kritik' dari para pengguna internet dari seluruh dunia.
Perlu diketahui, satu botol vaksin Pfizer hanya memuat lima hingga enam dosis.
Dikutip dari laman Sputnik News, Selasa (15/6/2021), banyak netizen yang bertanya-tanya apakah vaksin yang diekspor AS ini hanya ditujukan untuk perdana menteri dan pejabat pemerintah Trinidad dan Tobago saja.
Beberapa orang lainnya kemudian berpendapat bahwa Kedubes AS bisa saja melakukan kesalahan dan lupa menambahkan angka nol.
Sementara itu, banyak pengamat membandingkan sumbangan vaksin AS dengan China.
Karena menurut utusan China, Fang Qiu, negaranya terakhir mengirimkan 200.000 dosis vaksin Sinopharm ke negara yang terletak di Kepulauan Karibia itu.
​Batch pertama dari 100.000 vaksin Sinopharm China ini diserahkan kepada pemerintah Trinidad dan Tobago pada 19 Mei lalu.
Selain sumbangan dari AS dan China, negara tersebut sebelumnya telah menerima 33.600 dosis vaksin AstraZeneca, yang merupakan pengiriman kedua, melalui fasilitas COVAX pada 12 Mei.
Sedangkan pada April lalu, India menyumbangkan 40.000 dosis vaksin AstraZeneca yang diproduksi Serum Institute of India (SII) bernama 'Covishield' ke negara kepulauan itu, di mana sekitar 38 persen penduduknya merupakan keturunan India.
Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden pada bulan lalu mengumumkan bahwa negaranya akan menyumbangkan 80 juta dosis vaksin Amerika ke negara lain.
Menurut Gedung Putih, sekitar 20 juta dari 80 juta dosis yang dimaksudkan untuk diekspor itu adalah vaksin Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson (J&J).
Sedangkan hampir 60 juta dosis lainnya adalah vaksin AstraZeneca yang tidak digunakan di AS.
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved