Senin, 13 April 2026

Covid 19 di Kota Bandung

Imbas Covid-19 Naik, Kota Bandung Darurat Pendonor Plasma Convalescent, Permintaan per Hari 35 Labu

Kota Bandung darurat pendonor plasma convalescent imbas kasus Covid-19 meningkat.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Ilustrasi donor plasma. Personel Polresta Cirebon saat menjalani donor plasma darah di PMI Kabupaten Cirebon, Jalan Otista, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Sabtu (13/2/2021). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketersediaan plasma convalescent di Kota Bandung sangat kosong di situasi pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan langsung Kepala UTD PMI Kota Bandung, Uke Muktimanah didampingi Ketua PMI Kota Bandung, Ade Koesjanto di peringatan hari donor darah sedunia, Senin (14/6/2021).

Uke mengatakan permintaan plasma convalescent di Kota Bandung semakin hari semakin meningkat.

Katanya, dahulu sebulan atau dua bulan saja permintaan hanya 10 labu per hari.

Tetapi, sekarang permintaan naik hingga per harinya 30 sampai 35 labu plasma.

"Kondisi ini tak seimbang antara permintaan dan jumlah pendonornya. Kami kesulitan mencari pendonornya karena datanya itu ada di rumah sakit-rumah sakit," ucapnya.

Kesulitan lainnya, kata Uke, terkadang penyitas Covid-19 tak mau ketahuan bahwa mereka sempat terkonfirmasi, serta mereka juga tak terbiasa melakukan donor sehingga ada rasa kekhawatiran.

Selain itu, penyintas yang boleh mendonorkan plasmanya memiliki kurun waktu 2 minggu sampai 12 minggu.

"Orang yang tanpa gejala (OTG) meningkat saat ini dan orang yang biasa memerlukan plasma itu ialah mereka yang bergejala sedang. Pascalebaran ini permintaan plasma lebih banyak," katanya.

Adapun jemput bola yang dilakukan pihak PMI, katanya, ialah memberikan informasi ke rumah sakit melalui surat dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung mengimbau kepada para penyintas agar mau mendonorkan plasmanya.

"Data penyitas Covid-19 itu kan adanya di rumah sakit. Kami hanya ada data pendonor darah saja. Jadi, rumah sakit harus mengedukasi pasien Covid agar ketika setelah 2 minggu tak merasakan gejala bisa datang ke PMI untuk donor plasma," katanya. 

Uke menambahkan permintaan plasma convalescent tak tergantung pada kategori usia baik anak atau lansia.

Melainkan, saat ini kondisinya semua kategori membutuhkan plasma.

Dia mengaku tak ada ketersediaan atau stok plasma di PMI Kota Bandung terjadi sejak awal adanya pandemi ini. 

"Sulit sekali mencari pendonor plasma itu. Permintaan (plasma) naik per Januari 2021," katanya.

Baca juga: Jumlah Kematian Positif COVID-19 di Subang Meningkat, Satgas Kehabisan Peti Mati

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved