Breaking News:

Headline Tribun Jabar

Headline Tribun Jabar, Dianggap Covid Ternyata Diabetes, Sebanyak 196 Makam di TPU Cikadut Dibongkar

Headline Tribun Jabar, hari ini, menyajikan berita mengenai pembongkaran sebanyak 196 Makam di TPU Cikadut.

Istimewa
Petugas pengangkut jenazah korban Covid-19 menyalatkan jenazah sebelum dimakamkan di TPU Cikadut, Kota Bandung, Rabu (12/5/2021) malam. 

Headline Tribun Jabar, hari ini, menyajikan berita mengenai pembongkaran sebanyak 196 Makam di TPU Cikadut.

Dalam headline Tribun Jabar tersbut disebutkan pembongkaran dilakukan karena jenazah yang dianggap Covid ternyata diabetes.

Ikuti headline Tribun Jabar selengkapnya di bawah ini.

BANDUNG, TRIBUN - Lebih dari 700 jenazah yang dimakamkan dengan prosedur Covid-19 di Tempat Permakaman Umum (TPU) Cikadut, Kota Bandung, ternyata tak terpapar Covid-19.

Mereka terpaksa dimakamkan dengan prosedur Covid-19 karena meninggal sebelum hasil swab PCR yang mereka jalani keluar. Akibatnya, sebanyak 196 makam akhirnya dibongkar kembali atas permintaan keluarga.

"Sebanyak 71 jenazah di antaranya dipindahkan ke luar Kota Bandung, sementara sisanya, sebanyak 125 jenazah dipindah ke permakaman keluarga atau TPU milik pemerintah yang tersebar di Kota Bandung," ujar Kepala Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bandung, Bambang Suhari, kepada Tribun Jabar, Minggu (13/6).

Sesuai aturan, semua pasien yang dirawat di rumah sakit, terutama yang memiliki gejala yang menjurus pada Covid-19, memang harus menjalani swab PCR untuk memastikan apakah pasien itu terpapar Covid-19 atau tidak.

Baca juga: VIRAL Cuitan Anji Manji Sebelum Ditangkap Karena Narkoba, Bandingkan Pemakai Narkoba dan Pembunuh

Sebelum hasil swab itu keluar, mereka ditangani dengan prosedur Covid-19.

Masalahnya, hasil swab PCR kerap baru keluar beberapa hari setelah swab PCR dilakukan. Sehingga ketika pasien tersebut meninggal sebelum hasil swab PCR-nya keluar, pihak rumah sakit langsung memasukkannya sebagai pasien yang meninggal dengan indikasi terpapar Covid.

Inilah, yang menurut Bambang, yang membuat pasien-pasien yang meninggal itu langsung dibawa ke tempat permakaman khusus Covid di Cikadut.

"Karena hasil swabnya baru empat hari kemudian, pasien yang ternyata meninggal karena diabetes, jantung, dan penyebab lainnya juga dimakamkan dengan protokol Covid-19," ujarnya.

Rumah sakit, kata Bambang, memang sebaiknya tidak memberikan peluang pada ahli waris pasien yang terpapar Covid-19 untuk dimakamkan di luat tempat pemakaman khusus Covid-19 yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Baca juga: BERITA POPULER Daftar Seserahan Fantastis di Lamaran Lesti Kejora-Rizky Billar, Ada Tas Gucci

"Di Kota Bandung, permakaman khusus Covid-19 sesuai Keputusan Wali Kota di TPU Cikadut," ujar Bambang.

Bambang mengatakan, idealnya semua jenazah yang dimakamkan di tempat permakaman khusus Covid ini adalah mereka yang sudah dipastikan terpapar Covid-19. Ini untuk menghindari terjadinya pemindahan jenazah yang telah dimakamkan.

Sebab, selain menyita waktu dan tenaga, pemindahan jenazah, terutama yang baru beberapa hari atau beberapa bulan dimakamkan itu berisiko.

"Pemindahan sebaiknya di atas dua tahunan agar lebih aman," katanya.

Bambang mengatakan, lahan khusus untuk permakaman pasien yang meninggal karena Covid-19 di TPU Cikadut terbilang luas, yakni 20 ribu meter persegi. Lahan seluas itu cukup untuk sekitar 5.000 liang lahat.

Baca juga: Seorang Kakek Terpental 10 Meter Tertabrak Kereta Api, Sudah Diteriaki Warga Agar Hati-hati

"Saat ini yang sudah terpakai baru 5.600 meter persegi, atau baru 1.400 liang lahat. Ini berarti masih tersisa 3.600-an liang lahat lagi," ujarnya.

Bambang mengatakan, dari 1.400-an jenazah yang dimakamkan dengan prosedur Covid di TPU Cikadut ini hanya 767 jenazah yang dipastikan terpapar Covid.
"Sebanyak 361 di antaranya asal Kota Bandung, 306 lainnya dari luar Kota Bandung," ujarnya.

Sisanya, kata Bambang, dimakamkan saat statusnya masih probable, yakni masih dalam kategori suspek dan memiliki gejala ISPA berat, gagal napas, atau meninggal dunia, namun belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan bahwa mereka positif Covid-19.

Sebelumnya, diberitakan, lebih dari 50 jenazah dimakamkan dengan prosedur Covid-19 Cikadut dalam 10 hari terakhir. Koordinator Jasa pikul jenazah di TPU Cikadut, Fajar Ilfana, mengatakan pemakaman dengan prosedur Covid nyaris terjadi setiap hari. Jumlahnya meningkat pesat pasca Lebaran.

Dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, kata Fajar, bulan Juni ini para pemanggul jenazah bekerja jauh lebih keras.

Fajar mengatakan, sejak lahan khusus pemakaman Covid di TPU Cikadut ini dibuka, sudah 1.570 jenazah yang mereka makamkan. Jenazah yang dimakamkan di TPU Cikadut, tidak semuanya warga Kota Bandung.

"Ada juga yang dari Kabupaten Bandung dan beberapa daerah lain, yang dilimpahkan ke sini oleh pihak keluarganya," ujarnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan, kata Fajar, setiap hari mereka memastikan ada 10 makam yang sudah digali dan siap untuk diisi.

"Kalau kurang ya tinggal gali lagi ngedadak," ujarnya. (nandri prilatama/cipta permana)

Headline Tribun Jabar Lainnya

VIDEO PILIHAN TRIBUN JABAR

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved