Breaking News:

Cerita Ono, Penyandang Tunanetra di Pangandaran yang Tinggal di Tanah Desa: Tetap Harus Ngukur

Ono (57) sangat ingin hidup normal seperti warga lain pada umumnya. Namun, dia tak akan bisa melakukannya karena keterbatasan fisik.

Penulis: Padna | Editor: Giri
Tribun Jabar/Padna
Ono saat berada di rumahnya yang merupakan tanah desa di Pangandaran. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Ono (57) sangat ingin hidup normal seperti warga lain pada umumnya. Namun, dia tak akan bisa melakukannya karena keterbatasan fisik.

Ono merupakan penyandang tunanetra

Ono merupakan warga RT 05/08 Dusun/Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Dia tinggal di rumah berukuran 3x4 meter.

Untuk kebutuhan sehari-harinya, ia bersama istri dan anaknya bekerja sebagai tukang pembuat sapu lidi.

Dalam seharinya, mereka mampu membuat sapu lidi 10 ikat.

Sapu lidi itu per ikatnya hanya dibeli oleh bakul seharga Rp 1.300. Alhasil dari 10 ikat sapu lini itu hanya menghasilkan uang Rp 13 ribu.

Bahan baku sapu lidi itu mereka cari di kebun milik orang lain.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved