Breaking News:

Penyebaran Covid Kembali Meningkat, Pemprov Jabar Susun Pembatasan Aktivitas Masyarakat di Bandung

Ridwan Kamil mengatakan, pengetatan kegiatan masyarakat kembali ini adalah konsekuensi dari peningkatan kasus Covid-19 di Bandung Raya.

Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Ridwan Kamil, saat audiensi dengan Jabar Digital Service, PLJ, dan Bappenas, via video konferensi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (11/5). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan tengah membahas pengaturan kembali bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Bandung Raya.

Selain itu, kata Ridwan Kamil, pihaknya pun tengah mengatur kembali pengetatan sejumlah kegiatan dan aktivitas masyarakay di Bandung untuk mengendalikan peningkatan kasus Covid-19.

"Nanti sudah saya instruksikan, diwakili Sekda Kota Bandung kebijakan WFH sedang dihitung, kebijakan nikahan sedang dihitung, khususnya Bandung Raya," ucapnya di Bandung, Minggu (13/6/2021).

Ridwan Kamil mengatakan, pengetatan kegiatan masyarakat kembali ini adalah konsekuensi dari peningkatan kasus Covid-19 di Bandung Raya.

"Termasuk pengetatan-pengetatan yang memang akan jadi pola. Jadi jangan kaget, kalau kasus naik, maka akan diperketat. Mudah-mudahan bisa turun seperti sebelum Lebaran,” katanya.

Rumah sakit di Bandung Raya dan Bodebek, katanya, merasakan dampak aktivitas libur Lebaran, yaitu mengalami lonjakan pasien Covid-19 yang meminta dirawat. Rata-rata berasal dari klaster keluarga dan yang didatangi pemudik.

"Bed Occupancy Ratio (BOR) Kota Bandung contohnya berada di 85 persen. BOR Rumah Sakit di Jawa Barat juga naik dari terendah saat menjelang Idul Fitri sekitar 30 persen menjadi 68 persen hari ini," katanya.

Baca juga: Meski Zona Merah, Satgas Covid KBB Izinkan Acara Lamaran Lesti Kejora dan Rizky Billar di Parongpong

Langkah yang dilakukan adalah penambahan kamar dan penambahan relawan tenaga kesehatan sedang diupayakan. Ia meminta warga Jawa Barat untuk berempatilah kepada nakes yang sudah lelah jatuh bangun menangani Covid-19 lebih dari setahun.

"Dengan cara taat pada imbauan-imbauan pemerintah, disiplin prokes 5M, segera divaksin pada kesempatan pertama, dan aling mengingatkan antara kita sendiri," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved