Breaking News:

Menkes Sangat Khawatir, Keterisian Rumah Sakit Pasien Covid-19 Naik 100 Persen

"Jadi naik 100 persen dalam waktu sekitar satu bulan, pas hari ini satu bulan sesudah Lebaran," kata Menkes, Budi Gunadi

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, bersama Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meninjau Pusat Vaksinasi Shopee di Kiara Artha Park, Kota Bandung, Sabtu (10/4/2021). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Dalam sebulan terakhir, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) isolasi di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 meningkat hingga 100 persen.

Menteri Kesehatan ( Menkes ) Budi Gunadi Sadikin menyebut, per Selasa (12/6/2021), angka BOR melonjak jadi 40.000.

Padahal, ucap Budi Gunadi, BOR mencapai angka 20.000 sebelum libur Idul Fitri 2021.

Menurut Menkes, peningkatan drastis keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan pasien Covid-19 itu tak lepas dari lonjakan kasus Covid-19 di berbagai wilayah di Tanah Air.

"Jadi naik 100 persen dalam waktu sekitar satu bulan, pas hari ini satu bulan sesudah Lebaran," kata Budi Gunadi dalam seminar daring yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Jawa Tengah, Minggu (13/6/2021).

Adapun tempat tidur isolasi pasien Covid-19 yang disiapkan pemerintah jumlahnya mencapai 75.000, sedangkan tempat tidur ICU yang disiapkan jumlahnya 7.500.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 bagi Lansia Masih Sedikit, Pemkab Garut Akan Jemput Bola ke Perkampungan

Sebelum libur Lebaran, hanya 2.200 sampai 2.300 tempat tidur yang digunakan. Angka itu kini melonjak naik sehingga ada 4.000 tempat tidur ICU yang terpakai. "Terus terang saya merasa sangat khawatir," ujar Budi Gunadi

Budi mengataka  lonjakan kasus Covid-19 terjadi di berbagai daerah seperti Kudus, Jepara, Rembang, Grobogan, Pati, Madura, Bandung Selatan, hingga DKI Jakarta.

Selain karena peningkatan mobilitas, kenaikan kasus disebabkan karena euforia masyarakat yang sudah divaksinasi serta adanya varian baru virus korona yang menular lebih cepat.

Budi menyebut kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Padahal, kondisi demikian diprediksi masih terjadi hingga tujuh pekan pasca-libur Lebaran.

"Jadi mungkin sampai akhir bulan atau awal bulan Juli kita masih melihat adanya kenaikan," ucap dia. Ia pun meminta masyarakat tak lengah dalam menghadapi situasi ini dan tetap menerapkan protokol kesehatan pencehan virus korona.

"Sudah saatnya kita untuk sangat hati-hati, jangan underestimate, jangan terlalu overconfidence, jangan terlalu mobilitasnya terlampau tinggi," kata Budi. (Penulis : Fitria Chusna Farisa)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menkes: Keterisian RS Covid-19 Naik 100 Persen dalam Sebulan"

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved