Breaking News:

Gempa Bumi

Hampir 300 Sesar di Indonesia Masih Aktif Sebabkan Gempa Bumi, Baiknya Bangun Rumah Tahan Gempa

Gempa bumi masih terus mengancam berbagai daerah di negara kita, baik bermagnitudo kecil maupun besar.

Editor: Hermawan Aksan
Kompas.com
Ilustrasi rumah tahan gempa 

TRIBUNJABAR.ID - Indonesia memiliki 295 sesar aktif yang berpotensi menimbulkan banyak gempa.

Itu sebabnya gempa bumi masih terus mengancam berbagai daerah di negara kita, baik bermagnitudo kecil maupun besar.

Tiap hari BMKG mencatat goyangan gempa bumi di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Ikan Terdampar dan Laut Berbau Tanda Datangnya Gempa dan Tsunami? Begini Pendapat Para Ahli

Banyaknya korban akibat gempa ditentukan tidak hanya oleh besaran gempanya, tapi juga oleh struktur bangunan tempat kita tinggal.

 
Gedung STIE Kerjasama, Jalan Porwanggan No. 549, Purwo Kinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta, roboh akibat gempa di Yogyakarta pada 26 Mei 2006.
Gedung STIE Kerjasama, Jalan Porwanggan No. 549, Purwo Kinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta, roboh akibat gempa di Yogyakarta pada 26 Mei 2006. (KOMPAS/DAVY SUKAMTA)

Untuk itu, diperlukan sosialisasi tentang langkah aman membangun bangunan tahan gempa.

“Jadi, kalau buat rumah, dipentingkan strukturnya dulu,” ujar Iman Satyarno kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Iman menambahkan, bangunan rumah dibagi menjadi dua jenis, yakni bangunan engineered dan non engineered.

Baca juga: GEMPA Bumi Guncang Sumenep Jawa Timur Pagi Ini, Berkekuatan Magnitudo 3,1

Bangunan engineered merupakan gedung yang dibuat dengan perhitungan khusus.

Umumnya bangunan engineered digunakan pada gedung dua lantai atau lebih.

Bangunan non engineered merupakan gedung satu lantai.

Bangunan tipe ini umumnya dirancang dengan perhitungan ala kadarnya, bahkan dengan material yang digunakan juga tidak diukur.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved