Ali Rasyid: Sekolah Harus Banyak Berinovasi dalam Pembelajaran Tatap Muka
Semua harus disosialisasikan dan diterapkan sampai semua terbiasa dengan pembelajaran tatap muka gaya baru di tengah pandemi ini.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Upaya untuk meminimalkan penularan Covid-19 di sekolah, katanya, di antaranya semua guru yang akan mengajar langsung di sekolah harus mendapat vaksin Covid-19. Kalau misalkan ada guru yang belum divaksin, tidak diperbolehkan dulu mengajar demi keselamatan semua pihak, terutama para peserta didik.
"Guru yang belum divaksin jangan mengajar sampai dia divaksin. Kemudian memang dari pihak sekolah harus betul-betul memantau persiapan mengenai kedisiplinan menjalankan proses, mulai dari persiapan harus ada tempat cuci tangan, kemudian anak memakai masker standar, sampai penyesuaian jadwal," katanya
Simulasi dan uji coba pembelajaran tatap muka ini, katanya, sangat dibutuhkan semua pihak. Semua harus disosialisasikan dan diterapkan sampai semua terbiasa dengan pembelajaran tatap muka gaya baru di tengah pandemi ini.
Dalam sehari, katanya, peserta didik hanya diperbolehkan belajar selama dua jam setiap harinya. Kemudian diatur penjagaan jarak di sekolah dan pengaturan sirkulasi udara, kebersihan, jalur pergerakan, sampai ruang isolasi sementara.
"Makanya harus ada semacam simulasi sebelum proses pembelajaran betul-betul berjalan sesuai harapan. Selebihnya dari wali murid orang tua harus betul-betul taat dan disiplin juga mendisiplinkan anak-anaknya," tuturnya.
Berdasarkan masukan yang diterimanya, pembelajaran jarak jauh ini memang mendatangkan sejumlah masalah. Mulai dari sedikitnya waktu belajar anak, kurang kuatnya jaringan seluler di pelosok, sampai rasa bosan anak akan pembelajaran jarak jauh.
"Pembelajaran lewat daring ini, lewat handphone ini, banyak mudaratnya dibandingkan manfaatnya. Selain urusan kuota ini kan banyak yang dipakai main-main game daripada betul-betul belajar. Saya kira poin utamanya soal pembelajaran tatap muka selama ini mayoritas sudah ingin sekolah, orang tua sudah pusing dengan pembelajatan jarak jauh, begitu juga dengan hasil survei KPAI kan," katanya.
Meski pemerintah memberikan izin PTM, namun pada pelaksanannya sangat tergantung dari kesiapan pihak sekolah masing-masing. Selain itu, pihak sekolah juga harus meminta pendapat dari orang tua murid. Sekolah akan mengajukan pertanyaan apakah orang tua memilih untuk PTM terbatas atau tetap memilih pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Namun demikian kebijakan ketat akan tetap dilaksanakan dengan menegakkan protokol 5M. Bahkan jika ada anak yang sakit maka tidak diperkenankan untuk mengikuti PTM. Selain itu, pelajaran tertentu saja yang nantinya akan diberikan izin melaksanakan PTM terbatas, seperti misalnya pelajaran praktikum.
Kebijakan PTM diberikan setelah melihat kondisi terkini di mana sebanyak 68 persen pegawai pelayanan publik termasuk tenaga pengajar atau guru di Jabar sudah menjalani vaksinasi Covid-19 tahap dua. Meski diperbolehkan PTM terbatas, sarana dan prasarana harus dipersiapkan secara maksimal dengan kapasitas ruangan yang memadai dan sirkulasi udara yang baik. (ADV)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/anggota-komisi-v-dprd-provinsi-jawa-barat-ali-rasyid.jpg)