Breaking News:

Terdapat Klaster Penyebaran Covid-19, Satgas Resmi Tutup Seluruh Tempat Wisata di Daerah Ini

Satuan gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Purwakarta resmi menutup total tempat wisata yang berada di seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta.

Penulis: Dwiky Maulana Vellayati | Editor: Siti Fatimah
Istimewa
ilustrasi tempat wisata- Satuan gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Purwakarta resmi menutup total tempat wisata yang berada di seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta. 

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Satuan gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Purwakarta resmi menutup total tempat wisata yang berada di seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh gugus tugas Covid-19 Kabupaten Purwakarta melalui edaran surat resmi yang akan di sebarkan kepada para pengelola tempat wisata yang berada di seluruh Kabupaten Purwakarta.

Iyus Permana selaku Sekertaris Daerah Kabupaten Purwakarta membenarkan terkait ditutupnya seluruh tempat wisata yang berada di wilayah Purwakarta.

Baca juga: Klaster Baru di Gununghalu Bandung Barat, 27 Warga di Satu Kampung Positif Covid-19, Begini Awalnya

"Iya benar, seluruh tempat wisata semuanya di tutup dari tanggal 12 juni hari ini sampai dengan tanggal 20 juni 2021," katanya saat dihubungi TribunJabar.id, Sabtu (12/6/2021).

Bukan hanya itu, lanjut Iyus bahkan untuk seluruh tempat makan dan tempat-tempat yang mengundang kerumunan akan dibatasi untuk waktu buka tidak seperti biasanya.

"Kita juga membatasi jam buka tutup restoran-restoran agar kasus Covid-19 di Kabupaten Purwakarta tidak kembali menyebar," ujarnya.

Baca juga: Lima Fakta Klaster Hajatan di Cianjur, Kades & Camat Tertular, Dangdut dan Saweran Langsung Dilarang

Atas hal tersebut, terpaksa dilakukan karena kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Purwakarta melonjak serta terdapat klaster wisata Ujung Aspal yang berada di Kecamatan Kiarapedes.

"Berawal dari klaster yang tempat wisata Ujung Aspal, sehingga terdapat satu kampung yang tidak jauh dari lokasi tempat wisata tersebut harus lockdown selama 2 minggu," ucap Iyus.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved