Susan yang Lumpuh Seusai Divaksin Sudah Bisa Bicara Normal, Tak Buta Lagi, Tetap Ingin Jumpa Jokowi
Susan Antela ingin kembali ke sekolah, melakukan aktivitas seperti semua, sebelum dia mengalami kelumpuhan setelah menjalani vaksinasi Covid-19.
Laporan Wartawan Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Susan Antela ingin kembali ke sekolah, melakukan aktivitas seperti semua, sebelum dia mengalami kelumpuhan setelah menjalani vaksinasi Covid-19.
Kini, kondisi guru Susan sudah membaik.
Guru asal Kampung Pasir Talaga RT 03 RW 06 , Desa Cicadas, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, itu kini bisa berdiri.
Dia juga sudah bisa sedikit berjalan dengan alat bantu.
Bukan cuma itu, Susan juga sudah bisa berbicara normal dan penglihatannya mulai fokus.
Jika kondisinya normal lagi, dia ingin ke sekolah mengajar dan bertemu dengan guru-guru di SMAN 1 Cisolok.
"Aktivitas ingin mengajar lagi seperti biasa sebagai guru mencerdaskan anak-anak lagi. Sudah rindu juga dengan kondisi sekolah dan rekan-rekan," kata Susan saat ditemui di rumahnya, Jumat (11/6/2021).
"Ya, intinya ingin sembuh, aktivitas seperti biasa lagi, tanpa ada hambatan dari efek vaksin, meskipun ada kata dokter ini tidak bisa 100 persen clear kesehatannya," ucap Susan.

Kendati demikian, ia sangat semangat untuk sembuh dari penyakit yang dialaminya saat ini.
"Tapi dokter juga bilang gini, 'saya hanya manusia biasa, yang menentukan hanya Tuhan, yang penting kita berpikir positif untuk sembuh, tidak ada yang tidak mingkin gitu kita sembuh total'," ucapnya.
Masih Ingin Ketemu Jokowi
Susan Antela mengatakan dokter melarangnya mengonsumsi makanan pedas, asam, makanan yang mengandung pecin atau penyedap rasa, serta tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan intan, seperti mi.
"Yang dikonsumsi buah-buahan, terus daging, terus sayur. Itu dari dokter satu ke dokter lainnya pasti ada kata gini, "tetehnya yang harus semangat karena ini berkaitan dengan saraf. Obat apa pun yang bagus kalau tetehnya enggak semangat insyaallah akan lama'," kata Ssusan.
"Dan alhamdulillah berkat doa, support dan dukungan dari semuanya, itu yang membuat Susan itu semangat ingin sembuh. Saya awalnya sembuh, jadi saya itu harus sembuh lagi," ucapnya.
Menurutnya, ia telah menjalani terapi sebanyak sekitar 10 kali.
Keinginannya untuk bertemu Presiden Jokowi pun masih ada.
Karena diketahui, saat awal alami kelumpuhan, Susan sangat ingin bertemu Jokowi ketika sembuh.
"Masih ada (harapan ketemu Presiden)," ucapnya.
Penyebab Lumpuh dan Buta
Yayu (26), adik Susan Antela (31), menyebut kakaknya mengalami pendarahan sesaat seusai disuntik vaksin.
Ia mengatakan, 10 menit setelah disuntik kakaknya merasakan pusing, mual, dan lemas.
"Nah, pada saat disuntik itu sebenarnya keluar darah. Darahnya banyak, Teteh sampai bilang darahnya mancer (nyembur) katanya kayak gitu. Terus disuruh duduk. Disuruh duduk bukannya membaik malah merasa sesek," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di rumahnya, Kamis (29/4/2021).
Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Cisolok, Heri Suherman, mengatakan, pendarahan yang dialami guru Susan setelah disuntik vaksin ini bisa diakibatkan karena suntikan mengenai pembuluh darah.
Baca juga: GEMPA Bumi Guncang Sumenep Jawa Timur Pagi Ini, Berkekuatan Magnitudo 3,1
"Mungkin itu, pertama bisa satu kena pembuluh darah. Kedua, mungkin dari pembekuan darahnya mungkin ada masalah, saya kurang hafal seperti itu," ujarnya.
Selain bisa diakibatkan terkena pembuluh darah, menurutnya, hal itu juga bisa terjadi karena pembekuan darah yang terlalu encer atau mencair.
Baca juga: Bahagianya Susan Antela Terima Bantuan Jokowi, Guru SMAN 1 Cisolok Itu Ingin Segera Bertemu Presiden
"Jadi biasanya kan kalau disuntik itu kena ke pembuluh darah yang besar pendarahan ada. Bisa saja karena pembekuan darahnya cair terlalu encer bisa saja terjadi, yang kami tahu itu ya," ucapnya. (*)