Breaking News:

Ubah Laku

Kenali Gejala covid-19 untuk Cegah Keparahan Saat Dirawat di Rumah Sakit, Tekan Resiko Kematian

Kesadaran masyarakat mendeteksi dini keberadaan SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, amat penting untuk menekan risiko kematian.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA
ilustrasi covid- Kesadaran masyarakat mendeteksi dini keberadaan SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, amat penting untuk menekan risiko kematian. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kesadaran masyarakat mendeteksi dini keberadaan SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, amat penting untuk menekan risiko kematian.

Deteksi dini bisa dilakukan dengan memahami gejala-gejala COVID-19.

Jika menderita salah satu gejala, segera lakukan skrining di fasyankes terdekat.

Dilansir situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gejala COVID-19 paling umum adalah demam, batuk kering, dan rasa lelah.

Baca juga: Kecamatan di Bandung Ini Rangking Satu Kasus Covid-19, Penyebaran Dari Klaster Keluarga dan Arisan

Gejala lainnya yakni hidung tersumbat, sakit kepala, sakit tenggorokan, dan kehilangan penciuman.

Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap.

Direktur Utama RSUD Al Ihsan Dewi Basmala Gatot mengatakan banyak pasien COVID-19 yang datang ke RSUD Al Ihsan dalam keadaan gawat dengan saturasi oksigen yang rendah, sehingga pasien telat mendapatkan penanganan dan mengakibatkan kematian.

Oleh karena itu, Dewi mengimbau kepada masyarakat untuk mengetahui gejala-gejala COVID-19 dan langsung melakukan skrining apabila mengalami gejala COVID-19. Dengan begitu, pasien COVID-19 akan cepat mendapatkan penanganan dan perawatan.

"Banyak yang datang dalam kondisi berat. Kadang ada yang meninggal dunia (saat mendapat penanganan) di IGD," kata Dewi saat menjadi pembicara dalam JAPRI (Jabar Punya Informasi) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (11/6/2021).

Baca juga: RSUD Majalaya Kini Miliki Ruang OK, Bisa Tangani Pasien Covid-19 Dengan Kasus Penyulit

"Sebetulnya kondisi seperti itu pasien sudah lama di rumah. Tidak terdeteksi (sudah positif COVID-19) di rumah atau didiamkan saja di rumah. Tahu-tahu masuk rumah sakit dalam kondisi yang berat," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved