Kecamatan di Bandung Ini Rangking Satu Kasus Covid-19, Penyebaran Dari Klaster Keluarga dan Arisan

Wilayah Kecamatan Buah Batu, tiga hari terakhir menduduki rangking satu atau pertama kasus covid 19 dari 30 kecamatan  yang ada di Kota Bandung

Penulis: Tiah SM | Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA
ilustrasi covid- Wilayah Kecamatan Buah Batu, tiga hari terakhir menduduki rangking satu atau pertama kasus covid 19 dari 30 kecamatan  yang ada di Kota Bandung. 

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG- Wilayah Kecamatan Buah Batu, tiga hari terakhir menduduki rangking satu atau pertama kasus covid 19 dari 30 kecamatan  yang ada di Kota Bandung.

Camat Buah Edi Juhendi, mengatakan saat ini wilayah Buah Batu covid 19 sedang meningkat. 

"Empat hari lalu Buah Batu rangking enam, bahkan sebelum lebaran rangking 27," ujar Edi, Sabtu (12/6).

Edi mengatakan meningkatnya kasus covid , berdasarkan hasil tracking dari Puskesmas , orang tang terpapar covid masih didominasi oleh klaster keluarga.

Baca juga: RSUD Majalaya Kini Miliki Ruang OK, Bisa Tangani Pasien Covid-19 Dengan Kasus Penyulit

"Warga  Buah Batu yang kini positif mencapai 69 kasus, akumulasi sejak 1 Juni dan terus bertambah pasca libur lebaran," ujar Edi. 

Menurut Edi, kasus covid 19 masih akan terus bertambah kelihatannya karena Puskesmas hampir setiap hari melakukan pcr terhadap kontak erat yang positif.

Edi mengatakan meningkatnya covid 3 wilayahnya berdasarkan hasil tracking bervariatif, ada yang  menerima tamu dari luar kunjungan keluarga pas lebaran ada juga klaster  arisan.

Baca juga: Terdapat Klaster Penyebaran Covid-19, Satgas Resmi Tutup Seluruh Tempat Wisata di Daerah Ini

Meningkatnya covid,  Edi  menerapkan PPKM secara mandiri di RW yang meningkat kasusnya, dan akan terus dilakulan seiring meningkatnya kasus.

"PPKM sekala RW antara lain  01 dan  RW 06 Jatisari, RW 15 dan RW 21 kelurahan Margasari dan Sekejati baru besok  diputuskan untuk PPKM di RW 07,"ujar Edi.

Untuk menekan kasus covid langkah yang diambil   Pasar mingguan atau Pasar PKL sudah ditutup. "Woro-woro setiap  hari kami lakukan baik oleh satgas kecamatan maupun kelurahan," ujar Edi.

Baca juga: TERPOPULER - Satu Kelurahan di Kota Bandung Zona Hitam, Berawal Urus Jenazah Covid-19 Tanpa Prokes

Edi mengatakan, yang covid saat ini Klaster keluarga yang mendominasi  bahkan ada  10 orang positif satu keluarga kini sedang isolaso mandiri di rumahnya. 

RW yang memberlakukan PPKM, aktivitas  dibatasi tenpat ibadah diperketat hanya boleh diisi 30% dari kapasitas.

Warga tidak boleh berkerumun mengobrol dengan tetangga dan itu sepakat diawasi satgas RW.. jalan untuk sementara di RW 01 dan 06 di tutup portal.

Baca juga: Satgas Covid-19 Patroli Cegah Nobar Euro 2020, Tujuh Pengusaha Kedai Sudah Diberi Peringatan

"Warga yang  isolasi mandiri diawasi oleh satgas RW dan Satgas Kelurahan untuk logistiknya dibantu oleh masyarakat sekitar dan di koordinir oleh satgas RW," ujar Edi.

Menurut Edi,  sampai saat ini belum ada yang meminta isolasi di luar ruma  padahal kami juga sudah mulai menyiapkan tempat isoman yang  memadai, diantaranya ada di wilayah Rw 21 kebetulan ada pesantren yngg saat ini belum digunakan tersedia fasilitas tempat tidur dan fasilitas lainnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved