Batal Ibadah Haji, Padahal Sudah 31 Tahun Pasangan Suami Istri Ini Nabung Dari Jualan Sapu Lidi

Pasangan suami istri asal Kampung Bojong Sompok Desa Tegal Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, Damar (51) dan Nana (49) berjualan sapu lidi sejak 1990.

Editor: Mega Nugraha
Tribun Bogor / Yudistira Wanne
Calon jamaah haji pasangan suami-istri asal Kampung Bojong Sompok, RT 7/5, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Yudistira Wanne

TRIBUNJABAR.ID, BOGOR - Pasangan suami istri asal Kampung Bojong Sompok Desa Tegal Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, Damar (51) dan Nana (49) jualan sapu lidi sejak 1990. Uang hasil jualan sapu lidi, ditabung untuk ibadah haji.

Hasil penjualannya mereka tabung dalam celengan kaleng dan bambu. Nah hasil jualan yang ditabung di celengan itu, digunakan untuk biaya pendaftaran ibadah haji sejak 2013.

Baca juga: Unpad Biayai Pemulasaraan Mahasiswi Asal Papua di RS Sebelum Dipulangkan Ridwan Kamil

"Saya buta huruf makanya saya nabung di kaleng dan bambu setelah terkumpul saya beliin empang dan kambing 7 ekor," kata Damar saat ditemui pada Sabtu (12/6/2021).

Sejak itu, imbuh Damar, dirinya bertekad untuk mengumpulkan uang dari hasil jualan sapunya yang ia tabung di kaleng dan celengan bambu yang dibuat.

Harga sapu lidi yang dia jual saat masih muda itu seharga RP 800 per buah. Lalu pada 2014, harganya naik jadi RP 2000 dan saat ini Rp 5 ribu.

"Dijual ke daerah jakarta dengan penghasilan Rp 100 ribu. Paling nyampe ke rumah itu sisa 70 ribu untuk makan dan itu di cukupin cukupin saja, dan kadang kalau ada lebih saya simpen," tuturnya.

Seharusnya, keduanya berangkat pada 2019. Namun dibatalkan. Ibadah haji kedunya dilanjutkan pada 2020 namun ditunda juga karena pandemi Covid 19. Pun demikian dengan ibadah haji 2021 yang juga ditunda.

Baca juga: Puluhan Celana dan Kaos di Toko Kalimas Bandung Raib Dicuri, Komplotan Pelaku Terekam CCTV

Damar dan istri berharap tahun depan 2022 dapat menunaikan ibadah haji.

"Mudahan-mudahan bisa berangkat tahun depan saya tidak akan ambil uang pendaftaran karena udah tekad bulat saya sejak lama untuk pergi ke tanah suci bersama istri saya," katanya.

Pasangan suami istri, Damar Rahayu (51) dan Nana (49), menjelaskan bahwa telah mendaftar calon jemaah haji sejak tahun 2013.

Damar mengatakan, pembatalan haji sudah sejak 2 tahun berimbas pada dirinya yang akan mundur lagi pemberangkatan hajinya.

"Saya nanya ke yayasan di mana saya mendaftar di Cibinong, itu infonya kalau tidak 2022 tahun 2021 ini saya berangkat katanya, tapi mendengar kabar ini dari berita bahwa tidak ada yang berangkat saya sama istri merasa sedih," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Kisah Pasutri di Kemang Bogor Gagal Berangkat Haji, Nabung dari 1990 dari Hasil Jual Sapu Lidi, 

https://bogor.tribunnews.com/2021/06/12/kisah-pasutri-di-kemang-bogor-gagal-berangkat-haji-nabung-dari-1990-dari-hasil-jual-sapu-lidi

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved