Breaking News:

Warga Cimenyan Bandung yang Hina Ibunda Presiden Jokowi Dihukum Penjara 6 Bulan

Perempuan asal Desa Cimenyan Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Hj Betty Az dituntut bersalah melakukan penghinaan terhadap ibunda Presiden Joko Wi

kompas
Ibu Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomiharjo. Perempuan asal Desa Cimenyan Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Hj Betty Az dituntut bersalah melakukan penghinaan terhadap ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi yang meninggal pada 25 Maret 2020. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Perempuan asal Desa Cimenyan Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Hj Betty Az dituntut bersalah melakukan penghinaan terhadap ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi yang meninggal pada 25 Maret 2020.

Hj Betty Az saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Bale Bandung sejak 23 Desember 2020 setelah ditangkap Bareskrim Polri pada Maret 2020 atas penghinaan pada ibu Presiden Jokowi tersebut.

Di persidangan dengan agenda tuntutan pada 6 Mei 2021, jaksa menuntut majelis hakim agar Betty Az dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana Pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Yakni, menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Betty Az dengan pidana penjara selama 6 bulan dengan perintah terdakwa ditahan," kata jaksa penuntut umum Kejari Bale Bandung Dawin Sofian Gaja, dikutip dari laman resmi Pengadilan Negeri Bale Bandung, Kamis (10/6/2021).

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Bale Bandung, Asrini As'ad membenarkan bahwa perkara itu sudah melewati sidang tuntutan.

"Betul sudah tuntutan. Sidang saat ini sudah mau replik terhadap pembelaan dari kuasa hukum terdakwa," kata Asrini saat dihubungi pada Kamis (10/6/2021).

Kasus ini berawal pada 25 Maret 2020 malam.

Betty menggunakan ponselnya memposting salah satu berita yang menyebutkan bahwa Sudjiatmi, ibunda Presiden Joko Widodo meninggal dunia.

Kemudian, terdakwa memberikan kepsyen pada link berita itu dengan tulisan "perempuan penipu ini akhirnya mati juga" ke dalam grup Whats App (WA) Forum Indonesia yang diikuti banyak orang.

"Bahwa terdakwa sengaja menyiarkan gambar serta kalimat tersebut agar dapat dilihat oleh masyarakat umum dan menjadi menarik dibaca oleh orang yang tergabung di dalam group WA," kata jaksa.

Postingannya itu menyebabkan banyak netizen berkomentar meminta pihak Polri dengan akun : @DivHumas Polri13 agar pemilik akun yang menyerang almarhumah ibunda Presiden Joko Widodo dilakukan proses hukum karena dianggap menghujat dan mencaci almarhumah Ibunda Jokowi.

Adapun alasan terdakwa memposting caption tulisan tersebut karena terdakwa sangat benci dengan pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden  Jokowi.

Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved