Breaking News:

TERPOPULER - Perempuan Bandung Penghina Ibunda Jokowi Dituntut Bersalah, Ini yang Ditulis di WA

Jaksa menuntut agar majelis hakim menyatakan Hj Betty Az bersalah melakukan tindak pidana Pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Editor: Giri
Sumber: Agus Suparto- Fotografer Pribadi Jokowi
Pemakaman ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sudjiatmi Notomihardjo di makam keluarga di Desa Mundu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (26/3/2020) siang. Jaksa menuntut agar majelis hakim menyatakan Hj Betty Az bersalah melakukan tindak pidana Pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jaksa menuntut agar majelis hakim menyatakan Hj Betty Az bersalah melakukan tindak pidana Pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Betty Az merupakan perempuan asal Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung.

Dia dituntut bersalah melakukan penghinaan terhadap ibunda Presiden Joko Widodo, Sudjiatmi, yang meninggal pada 25 Maret 2020.

Betty Az saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Bale Bandung sejak 23 Desember 2020 setelah ditangkap Bareskrim Polri pada Maret 2020.

Sidang dengan agenda tuntutan dilaksanakan pada 6 Mei 2021.

Dia dianggap menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan bohong yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Betty Az dengan pidana penjara selama 6 bulan dengan perintah terdakwa ditahan," kata jaksa penuntut umum Kejari Bale Bandung Dawin Sofian Gaja, dikutip dari laman resmi Pengadilan Negeri Bale Bandung, Kamis (10/6/2021).

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Bale Bandung, Asrini As'ad membenarkan bahwa perkara itu sudah melewati sidang tuntutan.

"Betul sudah tuntutan. Sidang saat ini sudah mau replik terhadap pembelaan dari kuasa hukum terdakwa," kata Asrini saat dihubungi pada Kamis (10/6/2021).

Kasus ini berawal pada 25 Maret 2020 malam.

Betty menggunakan ponsel Xiaomi memposting satu berita yang menyebutkan bahwa Sudjiatmi, ibunda Presiden Joko Widodo meninggal dunia.

Kemudian, terdakwa memberikan kepsyen pada link berita itu dengan tulisan "perempuan penipu ini akhirnya mati juga" ke dalam grup Whats App (WA) Forum Indonesia yang diikuti banyak orang.

"Bahwa terdakwa sengaja menyiarkan gambar serta kalimat tersebut agar dapat dilihat oleh masyarakat umum dan menjadi menarik dibaca oleh orang yang tergabung di dalam grup WA," kata jaksa.

Postingannya itu menyebabkan banyak netizen berkomentar meminta pihak Polri dengan akun @DivHumas Polri13 agar pemilik akun yang menyerang almarhumah ibunda Presiden Joko Widodo diproses hukum karena dianggap menghujat dan mencaci almarhumah Ibunda Jokowi.

Adapun alasan terdakwa memposting caption tulisan tersebut karena terdakwa sangat benci dengan pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden  Jokowi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved