Breaking News:

Keterisian Rumah Sakit Pasien Covid-19 Capai 89 Persen, Satu Desa di Subang Lockdown

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Maxi, mengatakan satu desa di Subang di-lockdown karena jumlah kasus positif Covid-19 sangat tinggi.

Tribun Jabar/Irvan Maulana
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dr Maxi, saat diwawancara di Kantor Bupati Subang, Kamis (10/6/2021). 

Laporan Kontributor Tribun Jabar, Irvan Maulana

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Subang melonjak dalam empat hari terakhir.

Empat terakhir, hingga Kamis (10/6/2021), jumlah penambahan kasus positif Covid-19 di Subang mencapai 218 orang.

Kenaikan kasus positif Covid-19 tersebut setara dengan penambahan jumlah kasus selama dua pekan. Penambahan terbesar terjadi di salah satu Desa di Subang yang kini jadi klaster.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Maxi, mengatakan satu desa di Subang di-lockdown karena jumlah kasus positif Covid-19 sangat tinggi.

"Tepatnya di Desa Kihiyang, Kecamatan Binong. Dalam satu desa, hari ini mereka sedang isolasi mandiri 73 orang. Enam orang diisolasi di rumah sakit. Dulu, ada beberapa kematian di sana," kata Maxi.

Baca juga: Simak Alasan Lengkap Ahli Kesehatan, Jangan Panik Saat BOR Covid-19 di Kota Bandung 80 Persen

Secara keseluruhan, ucapnya, tingkat kematian pasien positif Covid-19 di Kabupaten Subang sejumlah 2,7 persen dari total kasus, sementara angka keterisian ruang isolasi rumah sakit juga makin naik hingga di angka 89 persen.

"Penularan yang dalam skala kecil juga banyak sehingga Satgas tingkat Kabupaten mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya. Hari ini kami berkumpul rapat mendengar masukan dari berbagai pihak tentang situasi. Akhirnya, muncul beberapa alternatif penyelesaian, kemungikan kita perketat PPKM atau pembatasan kegiatan lain," kata dia.

"Kami juga mendengar informasi dari direktur RSUD bahwa rumah sakit ini sudah mulai keteteran, orang yang sudah divaksin di Subang juga belum mencapai 10 persen dari jumlah penduduk," ujarnya.

Maxi berharap masyarakat mengerti keadaan saat ini. Ia pun mengimbau agar masyarakat patuh menerapkan protokol kesehatan yang juga menjadi ketentuan pemerintah.

"Meski Subang sempat termasuk kabupaten paling patuh memakai masker, tapi tidak berbanding lurus dengan kenaikan kasus positif. Covid-19 saat ini. Saya harapkan masyarakat juga paham situasi. Kami tak bosan mengingatkan pentingnya protokol kesehatan dalam setiap kegiatan," ujar Maxi.


Penulis: Irvan Maulana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved