Breaking News:

Sungai Langkob Kering, Padi Puluhan Hektare di Kabupaten Pangandaran Gagal Panen

Tanaman padi di sawah sekitar seluas sekitar 40 hektare milik warga di Dusun Tenjosari, Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Pangandaran, gagal panen.

Tribun Jabar/Padna
Kasmini dengan latar belakang sawah milik warga di Dusun Tenjosari, Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Tanaman padi di sawah sekitar seluas sekitar 40 hektare milik warga di Dusun Tenjosari, Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, gagal panen.

Desa Selasari ini berada di lokasi sekitar perbukitan yang persawahannya selain mengandalkan air hujan juga dialiri air sungai.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjabar.id, kekeringan ini bukan hanya terjadi saat ini. Tahun lalu, sawah-sawah di sana juga sering kekeringan.

Selain dari hujan, biasanya persawahan milik warga tersebut dialiri air Sungai Langkob yang berada di Desa Bangunkarya, Kecamatan Langkaplancar.

Namun, sungai tersebut tidak bisa mengaliri sawah milik warga karena juga kering

Warga pun menjerit, karena setiap tahun di musim kemarau, selalu gagal panen.

Kepala Dusun Tenjosari, Kasmini, menyampaikan, kekeringan ini terjadi karena dampak dari tidak adanya air dari Sungai Langkob.

Baca juga: Panglima TNI Hadi Tjahjanto Ingatkan Masyarakat tentang Ini Meski Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

"Sungai Langkob kan sa'at (kering), masyarakat kasihan lahan tanam padinya gagal Panen. Semua tanaman kacang, bonteng, terutama ini tanaman padinya. Sudah korban pupuk, ongkos telaktor, belum proses merawat padinya," ujar Kasmini saat ditemui Tribunjabar.id di lokasi persawahan milik warga setempat, Kamis (10/6/2021).

Menurutnya, pesawahan yang kekeringan ini semuanya ada sekitar 40 hektare, tapi ada sedikit lahan sawah yang masih ada airnya.

Sebelumnya, lahan ditanami kacang, bonteng, dan cabai. 

Baca juga: Rizieq Shihab Banding-bandingkan Tuntutan Kasusnya dengan Kasus Korupsi yang Dituntut Lebih Ringan

"Namun, karena dikiranya akan ada air dari Sungai Langkob, petani menanam padi. Tapi, sekarang ini sungainya malah kekeringan. Kekeringan sawah seperti ini, hampir setiap tahun, apalagi kalau musim kemarau," kata Kasmini.

Ia berharap,  ada perhatian pemerintah untuk membuat saluran atau bendungan air dari Sungai Sangkob untuk mengatasi masalah ini.

"Agar para petani di sini persawahannya bisa dialiri terutama ketika musim kemarau dan akhirnya para petani bisa panen seperti umumnya," ucapnya.  (*)

Penulis: Padna
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved