Breaking News:

Simulasi PTMT, Masih Ada Kekurangan Soal Toilet dan Air Untuk Cuci Tangan Tak Mengalir Deras

Ema Sumarna pada hari ketiga saat monitoring uji coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas atau PTMT menyoroti fasilitas cuci tangan dan toilet.

Tangkapan Layar/Tribun Jabar/Nazmi Abdurahman
Sekda Kota Bandung, Ema Sumarna, saat menjadi narasumber Focus Group Discussion Tribun Jabar, Rabu (21/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar , Tiah SM

TRIBUNJABAR. ID,  BANDUNG--- Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna pada hari ketiga saat monitoring uji coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas atau PTMT menyoroti fasilitas cuci tangan dan toilet.

Ema bersama tim monitoring dan evaluasi gabungan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan aparat Kewilayahan di SD Gagas Ceria, SDN 206 Putraco Indah, dan SMP Tunas Unggul, Rabu, (9/6).

Ema meninjau satu per satu alur masuk hingga proses pembelajaran peserta didik di ruang kelas Ia juga mengecek fasilitas cuci tangan dan toilet dapat digunakan dengan baik.

Menurut Ema, setelah peninjauan langsung kesimpulannya sudah layak. Pada simulasi ini ada yang lolos dan tidak lolos..

"Satgas Kecamatan dan Kekurahan juga seiring sejalan. Mereka sudah paham sehingga camat dan lurah juga saya pikir sangat berkemampuan untuk bisa memberikan arahan, kemudian memberikan poin-poin yang harus dipedomani," ujar Ema.

Sedangkan dari sisi sekolah, Ema menilai sudah sangat paham dengan hal yang harus dilakukan dalam mempersiapkan PTMT ini. Namun tetap harus dilakukan peninjauan agar mengetahui kekurangan yang bisa diperbaiki.

"Kalau saya (melakukan monitoring) masih sedikit, maksimal 3 sekolah dalam satu hari. Tapi Disdik itu berbarengan dengan kecamatan, ada timnya. Targetnya sampai tanggal 18 Juni itu 330 pasti sudah didatangi," ucapnya.

"Saya juga sering baca di group whatsapp pimpinan. Camat itu melapor ke kami dalam bentuk video, foto, dan lain sebagainya. Mereka melakukan hal yang sama (monitoring uji coba PTMT)," katanya.

Ema menilai, secara umum sekolah-sekolah sudah sangat siap, hanya saja ada yang membedakan. Misalnya, ketersediaan air di toilet, dan fasilitas cuci tangan yang keran airnya kurang deras.

Di SDN 206 Putraco Indah, Ema menilai masih banyak kekurangan seperti fasilitas cuci tangan yang sedikit dan toilet yang kurang memadai, serta ruang isolasi dengan ventilasi yang minim.

"Tadi saya lihat di sini (SD Gagas Ceria) airnya ada. Tapi saya inginnya mengalir lebih deras, tinggal menambah pompa saja supaya air mengalir lebih cepat," ujar Ema. (*)

Penulis: Tiah SM
Editor: Darajat Arianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved